Penyakit GERD (Gastroesophageal Reflux Disease) termasuk penyakit yang mengganggu kesehatan yang kronis di sebagian besar negara dan dapat mengurangi kualitas hidup penderita termasuk dewasa awal. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui variabel-variabel yang memengaruhi kualitas hidup Penderita GERD (Gastroesophageal Reflux Disease) dewasa awal. Peneliti menduga bahwa variabel stres, resiliensi, dan strategi koping memengaruhi kualitas hidup penderita GERD dewasa awal. Sampel berjumlah 200 penderita GERD di Jabodetabek. Pengambilan sampel didapatkan dengan teknik snowball sampling. Instrumen yang dipakai menggunakan skala likert seperti WHOQOL-BREF, Perceived Stress Scale (PSS), Adolescent Resilience Scale (ARS), dan The Brief Cope Inventory. Uji validitas menggunakan software Lisrel dengan melalui pendekatan CFA dan pengujian hipotesis dengan analisis regresi berganda di SPSS. Temuan dari penelitian ini mengindikasikan bahwa terdapat pengaruh dari stres, resiliensi, dan strategi koping terhadap kualitas hidup penderita GERD dewasa awal sebesar 40.8%. Ditemukan bahwa terdapat tiga variabel yang berpengaruh signifikan, yakni variabel stres, dimensi positive future orientation dari variabel resiliensi, dan dimensi problem focused coping dari variabel strategi koping. Implikasi dari hasil penelitian ini dapat menjadi wawasan baru yang bermanfaat bagi penderita GERD dan Ahli Profesional tenaga medis atau tenaga kesehatan. Peneliti juga berharap hasil penelitian ini dapat menjadi referensi bacaan, bahan perbandingan dan pengembangan riset di masa depan.
Copyrights © 2025