Quadriceps Angle dibentuk oleh garis dari panggul (ASIS) melintasi pusat tempurung lutut ke tulang kering dengan nilai normalnya antara12° - 20°. Sudut Tibiofemoral. Sudut ini hasil pertemuan antara tulang paha (femur) dan tulang kering (tibia), dengan nilai normal sekitar 5° hingga 10° valgum (sedikit membentuk 'X'). Metode tinjauan artikel ini menggunakan Scoping Review pada data base Pubmend (n=50), Sciencedirect (n=50) dan Neliti (n=50) total (n=550). Setelah penyaringan, didapat 12 artikel jurnal dengan inklusi 1)artikel 5 tahun terakhir, 2)bahasa Indonesia atau Inggris, 3)teks lengkap dan akses terbuka. Ekslusi 1) artikel lebih dari 5-10 tahun, 2) tidak berbahasa Indonesia atau Inggris, 3) teks tidak lengkap dan akses terkunci. Q Angle sangat mempengaruhi perubahan sudut TFA yang dimana jika nilai normal kedua sudut tersebut melewati garis normalnya maka, besar resiko untuk terjadinya nyeri lutut, cidera lutut, ACl atau cidera lainnya. Perubahan Sudut TFA, seperti lutut X atau lutut O, menyebabkan distribusi beban yang tidak merata di lutut, yang berpotensi memicu nyeri kronis dan degenerasi. Terdapat hubungan yang signifikan antara besarnya Sudut Q dengan kejadian PFPS pada lutut kanan dan kiri (p < 0,05). Ditemukan korelasi positif antara Sudut Q yang besar dengan kejadian PFPS, semakin besar Sudut Q, semakin tinggi risiko PFPS. Beberapa studi juga menunjukkan hasil kontradiktif atau tidak ada korelasi yang signifikan antara Sudut Q dengan faktor biomekanik lain (seperti kinerja otot quadriceps atau fungsional lutut pada kasus PFPS tertentu).
Copyrights © 2025