Bagaskara, Dwiki
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian TB Paru Pada Anak Di Indonesia (Studi Data Riskesdas 2018) Bagaskara, Dwiki; S, Agus Samsudrajat; Hariani, Eka; Hapsari, Dian Indahwati
Jumantik Vol 11 No 1 (2024): JUMANTIK : Jurnal Mahasiswa dan Penelitian Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jjum.v11i1.6739

Abstract

World Health Organization (WHO) mengatakan bahwa TB Paru menjadi 10 penyebab kematian tertinggi di dunia. Secara Global kasus baru TB Paru sebesar 6,4 juta atau setara dengan 64%. Hasil laporan Kementerian Kesehatan RI memperlihatkan terjadinya peningkatan yang cukup signifikan pada tahun 2014-2023 sebesar 45-55%, dan kematian anak akibat TB Paru diperkirakan mencapai 17%. Pengobatan TB Paru tahun 2006-2022 belum memenuhi target yang diinginkan Kementerian Kesehatan (Target SR 90%). Penelitian ini merupakan analisis studi data Riskesdas tahun 2018, dilakukan pada bulan Januari-Februari dengan pendekatan kuantitatif desain studi Cross Sectional, menggunakan analisis univariat dan bivariat. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 105.163 jiwa usia 5-9 Tahun. Dengan sampel dalam penelitian ini sebanyak 399 responden yang diambil dengan random sampling. Uji statistik yang digunakan adalah Chi-Square dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian ini menunjukan terdapat hubungan antara kepatuhan minum obat (p-value 0,000), perilaku merokok (p-value 0,000), kontak serumah (p-value 0,000), aktivitas fisik berat (p-value 0,000), pencahayaan rumah (P-value 0,009), dan akses fasilitas Kesehatan (p-value 0,000) dengan kejadian TB Paru anak. Serta tidak ada berhubungan yang signifikan pada pendidikan orang tua (p-value 0,875), pekerjaan orang tua (p-value 0,743), ventilasi rumah (p-value 0,133), dan kebiasaan membuka jendela (p-value 0,496) dengan kejadian TB Paru Anak. Bagi instansi kesehatan di setiap daerah agar dapat meningkatkan promosi kesehatan melalui media sosial, iklan-iklan menarik di berbagai platform media sosial, website jurnal kesehatan, dan artikel kesehatan yang mudah diakses bagi masyarakat agar dapat meningkatkan pengetahuan dan informasi bagi masyarakat mengenai penyakit menular TB Paru.
Tinjauan sistematik Hubungan Quadriceps Angle (Q-Angle) Dan Tibiofemoral Angle Terhadap Keluhan Knee Pain Bagaskara, Dwiki; Kristanto, Agung
Jumantik Vol 12 No 2 (2025): JUMANTIK : Jurnal Mahasiswa dan Penelitian Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Quadriceps Angle dibentuk oleh garis dari panggul (ASIS) melintasi pusat tempurung lutut ke tulang kering dengan nilai normalnya antara12° - 20°. Sudut Tibiofemoral. Sudut ini hasil pertemuan antara tulang paha (femur) dan tulang kering (tibia), dengan nilai normal sekitar 5° hingga 10° valgum (sedikit membentuk 'X'). Metode tinjauan artikel ini menggunakan Scoping Review pada data base Pubmend (n=50), Sciencedirect (n=50)  dan Neliti (n=50) total (n=550). Setelah penyaringan, didapat 12 artikel jurnal dengan inklusi 1)artikel 5 tahun terakhir, 2)bahasa Indonesia atau Inggris, 3)teks lengkap dan akses terbuka. Ekslusi 1) artikel lebih dari 5-10 tahun, 2) tidak berbahasa Indonesia atau Inggris, 3) teks tidak lengkap dan akses terkunci. Q Angle sangat mempengaruhi perubahan sudut TFA yang dimana jika nilai normal kedua sudut tersebut melewati garis normalnya maka, besar resiko untuk terjadinya nyeri lutut, cidera lutut, ACl atau cidera lainnya. Perubahan Sudut TFA, seperti lutut X atau lutut O, menyebabkan distribusi beban yang tidak merata di lutut, yang berpotensi memicu nyeri kronis dan degenerasi. Terdapat hubungan yang signifikan antara besarnya Sudut Q dengan kejadian PFPS pada lutut kanan dan kiri (p < 0,05). Ditemukan korelasi positif antara Sudut Q yang besar dengan kejadian PFPS, semakin besar Sudut Q, semakin tinggi risiko PFPS. Beberapa studi juga menunjukkan hasil kontradiktif atau tidak ada korelasi yang signifikan antara Sudut Q dengan faktor biomekanik lain (seperti kinerja otot quadriceps atau fungsional lutut pada kasus PFPS tertentu).