Asupan serat memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan dan status gizi anak usia sekolah, namun konsumsi serat pada kelompok usia ini sering kali berada di bawah rekomendasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara asupan serat harian dengan status gizi pada anak usia sekolah dasar di SDN Ngawonggo 2 Kabupaten Klaten. Penelitian menggunakan desain kuantitatif analitik dengan pendekatan cross-sectional pada 54 siswa berusia 9–12 tahun yang dipilih melalui simple random sampling. Asupan serat diukur menggunakan kuesioner Semi Quantitative Food Frequency Questionnaire (SQ-FFQ), sedangkan status gizi ditentukan berdasarkan Indeks Massa Tubuh menurut Umur (IMT/U) mengacu pada PMK No. 2 Tahun 2020. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan Chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 46,3% anak memiliki asupan serat kurang (<80% AKG), sedangkan 40,7% berada pada kategori cukup, dan 13,0% dalam kategori lebih. Status gizi responden didominasi kategori normal (79,6%), meskipun terdapat kasus gizi kurang (3,7%), gizi lebih (9,3%), dan obesitas (7,4%). Hasil analisis bivariat menunjukkan tidak terdapat hubungan signifikan antara asupan serat dan status gizi (p = 1,000). Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa masih banyak yang kurang asupan seratnya namun tidak terbukti ada korelasi terhadap status gizi berdasarkan IMT/U pada populasi penelitian ini. Implikasi penelitian menekankan perlunya edukasi gizi dan peningkatan konsumsi pangan berserat untuk mendukung kesehatan anak secara menyeluruh
Copyrights © 2025