Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

The Relationship Between Macronutrients Intake And Physical Activity With Nutritional Status Of Nutrition Science Student At Muhammadiyah University of Surakarta Idek Zahra Sabilla; Dyah Intan Puspitasari; Elida Soviana
JURNAL KESMAS DAN GIZI (JKG) Vol. 8 No. 1 (2025): Jurnal Kesmas dan Gizi (JKG)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35451/sj9fat46

Abstract

Indonesia currently faces a triple burden of nutritional problems including stunting, wasting and obesity,and deficiency in micronutrients such as anemia. Nutritional problems still commonly found among adolescents and adults include undernutrition, overnutrition, and anemia. These nutritional problems are influenced from several factors including food intake, physical activity, socio-cultural, economic, and nutritional knowledge. The aims of this research was to examine the correlation between carbohydrate, fat, protein intake and physical activity with the nutritional status of nutrition science students at Muhammadiyah University of Surakarta. A cross-sectional method was used in this research involving 85 nutrition student respondents consisting of 20 thin respondents (23.5%), 62 normal respondents (72.9%), and 3 overweight respondents (3.5%). The study was conducted by providing a 24-hour recall form for 3 days, a PAL form for 7 days, and direct anthropometric measurements. The results showed no correlation between carbohydrate intake and nutritional status (p 0.217) indicating that H0 is accepted. The next results on this study found correlation between consumption of fat and nutritional status (p 0.049) which means that excessive fat intake can trigger obesity. Another result found no correlation between protein intake and nutritional status (p 0.470) nor between physical activity and nutritional status (p 0.228). Based on this research, it can be concluded that fat consumption is significantly associated with nutritional status. However, there is no significant associations were found for carbohydrate intake, protein intake, or physical activity with nutritional status of students.
BENTO BOX AND NUTRITION FLASHCARD: PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN PENERAPAN ISI PIRINGKU PADA ANAK PANTI ASUHAN YAYASAN NUR HIDAYAH SURAKARTA Syifa Hanindhiya Zayyani; Alya Nida Tendyansyah; Elva Ristifani; Difaa’ Millati ‘Izzah; Yuyun Novita; Dyah Intan Puspitasari
Jurnal Berkawan: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 1. No. 3, September 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/berkawan.v1i3.5968

Abstract

Permasalahan yang ada di Panti Asuhan Yayasan Nur Hidayah adalah kurangnya pengetahuan tentang gizi seimbang dan hygiene sanitasi di kalangan pengelola, pengasuh, dan anak asuh. Selain itu, anak-anak asuh juga belum memahami porsi makan yang sesuai dengan kebutuhan mereka. Untuk mengatasi permasalahan ini, Program Gradasi Gizi (Gerakan Edukasi Gizi) diterapkan sebagai langkah utama untuk mengatasi masalah tersebut. Program Gradasi Gizi (Gerakan Edukasi Gizi) bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan tentang gizi seimbang dan hygiene sanitasi di Panti Asuhan Yayasan Nur Hidayah. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan, pelatihan praktis dengan Bento Box dan permainan edukasi berupa Nutrition Flashcard. Hasil menunjukkan terdapat peningkatan signifikan pada pengetahuan gizi, penurunan prevalensi anemia, serta terdapat perbaikan status gizi anak-anak panti asuhan. Program ini memberikan manfaat positif bagi kesehatan dan kesejahteraan anak-anak di panti asuhan.
Aspek Konsumsi Ultra Processed Food dengan Kejadian Overweight pada Anak Usia Sekolah Dasar di SDN V Mojosongo Surakarta Nabilah Beryl Nathaniela; Dyah Intan Puspitasari; Farida Nur Isnaeni
JUMANTIK (Jurnal Ilmiah Penelitian Kesehatan) Vol 10, No 2 (2025)
Publisher : Prodi Kesehatan Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat UIN Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/jumantik.v10i2.24760

Abstract

This study aims to analyze the relationship between the level of UPF (Ultra Process Food) consumption and the incidence of overweight in elementary school children at SDN V Mojongso Surakarta. This study was conducted using an observational quantitative method using analytical with a case-control approach. The subjects of this study were 4th and 5th grade students at SDN V Mojosongo Surakarta with a population of 221 students and a total sample of 80 children selected using a simple random sampling technique. Of the 80 respondents, there were 40 boys and 40 girls (50% each). Analysis based on gender showed that the proportion of boys who were overweight (55%) was slightly higher than girls (45%). The results of the Chi-square correlation analysis showed a significant relationship between Ultra-Processed Food (UPF) consumption and the incidence of overweight in elementary school students (p<0.05; p-value = 0.000). Students with excessive UPF consumption (>50% of the Adequate Nutritional Intake) had a 58 times higher risk of being overweight compared to students with sufficient UPF consumption. Therefore, cooperation between parents and schools is needed to form healthy eating habits in children at home. Children are also encouraged to maintain regular eating and rest patterns to support optimal development and prevent the risk of being overweight
Hubungan Asupan Serat Dengan Status Gizi Pada Anak Usia Sekolah Dasar Di SDN Ngawonggo 2 Kabupaten Klaten Meirehazade Ayu Nurani; Dyah Intan Puspitasari; Zulia Setiyaningrum
Jumantik Vol 12 No 2 (2025): JUMANTIK : Jurnal Mahasiswa dan Penelitian Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jjum.v12i2.8511

Abstract

Asupan serat memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan dan status gizi anak usia sekolah, namun konsumsi serat pada kelompok usia ini sering kali berada di bawah rekomendasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara asupan serat harian dengan status gizi pada anak usia sekolah dasar di SDN Ngawonggo 2 Kabupaten Klaten. Penelitian menggunakan desain kuantitatif analitik dengan pendekatan cross-sectional pada 54 siswa berusia 9–12 tahun yang dipilih melalui simple random sampling. Asupan serat diukur menggunakan kuesioner Semi Quantitative Food Frequency Questionnaire (SQ-FFQ), sedangkan status gizi ditentukan berdasarkan Indeks Massa Tubuh menurut Umur (IMT/U) mengacu pada PMK No. 2 Tahun 2020. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan Chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 46,3% anak memiliki asupan serat kurang (<80% AKG), sedangkan 40,7% berada pada kategori cukup, dan 13,0% dalam kategori lebih. Status gizi responden didominasi kategori normal (79,6%), meskipun terdapat kasus gizi kurang (3,7%), gizi lebih (9,3%), dan obesitas (7,4%). Hasil analisis bivariat menunjukkan tidak terdapat hubungan signifikan antara asupan serat dan status gizi (p = 1,000). Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa masih banyak yang kurang asupan seratnya namun tidak terbukti ada korelasi terhadap status gizi berdasarkan IMT/U pada populasi penelitian ini. Implikasi penelitian menekankan perlunya edukasi gizi dan peningkatan konsumsi pangan berserat untuk mendukung kesehatan anak secara menyeluruh