Rendahnya kemandirian belajar siswa pada mata pelajaran IPAS, khususnya materi ekosistem, menjadi tantangan dalam penerapan Kurikulum Merdeka di sekolah dasar. Model pembelajaran flipped class hadir sebagai solusi inovatif dengan membalik proses pembelajaran tradisional, di mana siswa mempelajari materi secara mandiri di rumah sebelum kegiatan tatap muka di kelas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penerapan model flipped class terhadap peningkatan kemandirian belajar siswa kelas V pada materi ekosistem. Metode yang digunakan adalah pre-eksperimen dengan desain one group pretest-posttest . Sampel penelitian berjumlah 29 siswa yang diambil melalui teknik sampling jenuh. Instrumen penelitian berupa angket kemandirian belajar yang telah divalidasi dan diuji reliabilitasnya (Cronbach's Alpha = 0,767). Analisis data dilakukan melalui statistik deskriptif, uji N-Gain, serta uji hipotesis menggunakan uji t sampel berpasangan. Hasil penelitian menunjukkan nilai rata-rata pretest sebesar 30,03 meningkat menjadi 34,76 pada posttest, dengan rata-rata N-Gain sebesar 0,59 (kategori sedang). Uji hipotesis memperoleh nilai signifikansi (2-tailed) sebesar 0,000 (< 0,05) dengan nilai thitung -7,039. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran flipped class berpengaruh signifikan terhadap peningkatan kemandirian belajar siswa pada materi ekosistem mata pelajaran IPAS kelas V sekolah dasar. Penelitian ini merekomendasikan model flipped class sebagai alternatif strategi pembelajaran yang relevan bagi guru dalam mengimplementasikan Kurikulum Merdeka.
Copyrights © 2026