Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan besar dalam dunia pendidikan sekaligus memunculkan berbagai tantangan etika, seperti penyebaran hoaks, cyberbullying, dan penyalahgunaan media digital di kalangan peserta didik. Penelitian ini bertujuan menganalisis kolaborasi etis antara guru dan masyarakat dalam membentuk karakter digital peserta didik di era digital. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research) melalui analisis berbagai buku, jurnal ilmiah, dan artikel akademik yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru berperan sebagai teladan moral, fasilitator literasi digital, dan pengawas etika digital, sedangkan keluarga dan masyarakat berfungsi sebagai pendamping serta penguat nilai-nilai etis peserta didik. Kolaborasi yang efektif dibangun melalui prinsip kepercayaan, transparansi, partisipasi, literasi, dan akuntabilitas. Namun, pelaksanaannya masih menghadapi berbagai hambatan, seperti rendahnya literasi digital, miskomunikasi, dan kurangnya kesadaran etika bermedia. Oleh karena itu, diperlukan penguatan literasi digital, komunikasi yang terbuka, dan pendekatan restoratif dalam penyelesaian konflik. Penelitian ini menegaskan bahwa sinergi antara guru, keluarga, dan masyarakat berperan penting dalam menciptakan ekosistem pendidikan digital yang etis dan bertanggung jawab.
Copyrights © 2026