Literasi dasar merupakan keterampilan penting yang memengaruhi kemampuan anak-anak untuk memahami simbol, bunyi, kata, dan makna di sekolah dasar. Namun demikian, pendidikan membaca awal di kelas sekolah dasar seringkali bergantung pada metode mekanis yang memprioritaskan identifikasi huruf secara terpisah, sehingga menghambat kemampuan siswa tertentu untuk secara integral mengaitkan simbol tertulis dengan bunyi dan makna. Studi ini bertujuan untuk meningkatkan literasi dasar anak-anak sekolah dasar Fase A melalui teknik Structural Analytic Synthetic (SAS) yang dilengkapi dengan kartu suku kata bergambar. Inovasi studi ini terdiri dari penggabungan teknik SAS dengan kartu suku kata bergambar sebagai kerangka kerja visual-fonologis untuk membantu siswa dalam membangun hubungan antara gambar, bunyi, suku kata, kata, dan kalimat dasar. Penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas mengikuti paradigma Kemmis dan McTaggart, yang dilaksanakan dalam dua siklus. Partisipan terdiri dari 18 siswa kelas satu dari SDN 3 Sukorejo, Kabupaten Blora. Data dikumpulkan melalui penilaian membaca awal, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data dianalisis melalui metodologi kuantitatif dan kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan membaca siswa meningkat dari 50% pada pra-siklus menjadi 77,77% pada siklus I dan 88,88% pada siklus II. Rata-rata kelas meningkat dari 58,83 menjadi 76,66 dan kemudian menjadi 84,44. Data menunjukkan bahwa pendekatan SAS, yang dilengkapi dengan kartu suku kata bergambar, secara signifikan meningkatkan kemampuan literasi dasar, terutama dalam pengenalan huruf, membaca suku kata, membaca kata, dan membaca frasa pendek. Studi ini menggarisbawahi pentingnya pelatihan membaca dini yang visual, fonologis, kontekstual, dan sesuai dengan ciri perkembangan anak-anak Fase A.
Copyrights © 2026