Novel Animal Farm karya George Orwell (1945/2025) adalah sumber diskursus yang penuh manipulatif, melalui pendekatan pragmastilistika untuk mengungkap strategi manipulasi bahasa yang digunakan tokoh-tokohnya, terutama Squealer dan Napoleon. Penelitian ini berfokus pada unsur intrinsik novel yang meliputi tema, tokoh, alur, latar, sudut pandang, gaya bahasa, dan amanat, serta bagaimana strategi manipulatif diwujudkan melalui propaganda, pemutarbalikan fakta, dan retorika persuasif yang mengandung logika sesat. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan memanfaatkan teori rasionalitas menifes Nasution sebagai kerangka analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Napoleon cenderung menggunakan pemutarbalikan fakta untuk mempertahankan kekuasaan, sementara Squealer berperan sebagai juru propaganda yang fasih dalam menipu para hewan dengan dalih ilmiah maupun ancaman imajiner. Penelitian ini menegaskan bahwa Novel Animal Farm bukan sekedar alegori politik, tetapi juga cermin wacana manipulatif yang relevan dalam memahami praktik komunikasi persuasif dan propaganda dalam konteks sosial-politik modern.
Copyrights © 2026