Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya implementasi pendidikan inklusif sebagai upaya pemenuhan hak pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus (ABK) di sekolah dasar. Permasalahan akademik dalam penelitian ini adalah bagaimana implementasi indeks inklusi di SDN 1 Tanjung ditinjau dari dimensi budaya, kebijakan, dan praktik inklusi. Penelitian menggunakan Metode pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Subjek penelitian adalah Manager Inklusi SDN 1 Tanjung yang memiliki peran strategis dalam pengelolaan pendidikan inklusif di sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SDN 1 Tanjung telah memenuhi tiga dimensi utama dalam Index for Inclusion, yaitu budaya inklusif, kebijakan inklusif, dan praktik inklusif. Sekolah berhasil menciptakan lingkungan belajar yang ramah, toleran, dan tidak diskriminatif bagi siswa reguler maupun ABK. Selain itu, sekolah memiliki legalitas resmi, program pendukung, Guru Pendamping Khusus (GPK), serta pembelajaran yang disesuaikan dengan kebutuhan peserta didik. Namun demikian, masih terdapat hambatan berupa keterbatasan fasilitas, kurangnya jumlah GPK, dan perlunya peningkatan kompetensi guru dalam pembelajaran berdiferensiasi.
Copyrights © 2026