ABSTRAK Pembentukan sikap peduli sesama pada anak usia dini merupakan fondasi utama dalam perkembangan karakter sosial mereka di masa depan. Namun, maraknya penggunaan gawai secara berlebihan di rumah saat ini memicu kecenderungan anak tumbuh menjadi pribadi yang individualis, egosentris, gemar berebut mainan, serta suka mengejek teman sebaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penerapan metode permainan kooperatif tradisional dapat mengembangkan sikap peduli sesama pada anak Kelompok B usia 5-6 tahun di Taman Kanak-Kanak Kasih Bunda 1 Pijoan, Kecamatan Jambi Luar Kota, Kabupaten Muaro Jambi. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan metode deskriptif melalui teknik pengumpulan data berupa observasi lapangan, wawancara bersama kepala sekolah serta guru kelas, dan documentation hasil belajar anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi variasi permainan kooperatif seperti gobak sodor, bakiak, tarik tambang, dan ular naga sangat efektif dalam melatih kemampuan adaptasi sosial anak. Melalui aktivitas fisik berkelompok ini, anak-anak belajar untuk menurunkan ego pribadi, tertib mengantre menunggu giliran, mematuhi aturan main, bersedia berbagi alat mainan, serta sigap menolong teman yang mengalami kesulitan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pembiasaan rutin lewat permainan kooperatif mampu meningkatkan capaian perkembangan sosial emosional anak secara signifikan hingga mencapai kriteria Berkembang Sesuai Harapan (BSH) dan Berkembang Sangat Baik (BSB), sehingga metode ini sangat direkomendasikan sebagai strategi pembelajaran karakter yang menyenangkan bagi pendidik PAUD dan orang tua.
Copyrights © 2026