Masa remaja awal merupakan fase transisi perkembangan yang sering ditandai dengan ketidakstabilan emosional. Di SMPN 10 Palopo, ditemukan bahwa siswa mengalami kesulitan dalam pengendalian impuls, yang mengarah pada respons spontan yang kurang adaptif saat menghadapi konflik. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas layanan konseling kelompok dengan pendekatan manajemen diri (self-management) dalam meningkatkan keterampilan regulasi emosi siswa.Pendekatan kuantitatif dengan desain one-group pretest-posttest digunakan dalam penelitian ini. Pengukuran awal (pre-test) dilakukan terhadap seluruh populasi siswa kelas tujuh (N = 66) untuk pemetaan awal, di mana 10 siswa dengan skor terendah dipilih sebagai subjek untuk kelompok eksperimen. Data dikumpulkan menggunakan kuesioneir skala regulasi emosi dan dianalisis menggunakan Pareid Sample T-Test melalui SPSS. Hasil pre-test populasi menunjukkan bahwa mayoritas siswa berada dalam kategori sedang (50,7%). Setelah intervensi, ratarata skor kelompok eksperimen meningkat secara signifikan dari 104,50 menjadi 126,70. Uji hipotesis menunjukkan nilai signifikansi (Sig. 2-tailed) sebesar 0,003 (p < 0,05), yang berarti hipotesis diterima. Kesimpulannya, layanan konseling kelompok dengan pendekatan manajemen diri terbukti efektif secara signifikan dalam meningkatkan kemampuan regulasi emosi siswa di SMPN 10 Palopo melalui penguatan aspek pemantauan diri (self-monitoring) dan pengendalian stimulus (stimulus control).
Copyrights © 2026