Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak globalisasi terhadap pendidikan nasional dengan fokus pada perbandingan sistem pendidikan nasional dan global, serta isu etika dan budaya yang muncul di dalamnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka dan analisis deskriptif terhadap berbagai literatur relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan nasional Indonesia berorientasi pada pembentukan karakter bangsa, nilai Pancasila, dan keseimbangan akademik-moral. Sebaliknya, pendidikan global menekankan pada penguasaan kompetensi abad ke-21, seperti berpikir kritis, pemecahan masalah, kreativitas, kolaborasi, serta global citizenship yang berbasis standar internasional. Kajian juga menemukan bahwa globalisasi membawa dampak positif berupa peningkatan akses informasi dan kualitas pembelajaran, namun di sisi lain berpotensi menimbulkan komersialisasi pendidikan, krisis etika, dan pergeseran identitas budaya. Perbandingan dengan Jepang, Singapura, Malaysia, dan Korea Selatan menunjukkan bahwa tiap negara memiliki strategi tersendiri dalam mengintegrasikan etika dan budaya dalam pendidikan global. Simpulan penelitian ini menegaskan pentingnya strategi pendidikan Indonesia yang mampu mengadaptasi keunggulan global tanpa kehilangan jati diri bangsa. Implikasi praktisnya adalah perlunya penguatan kurikulum berbasis budaya, integrasi pendidikan karakter, dan literasi etika untuk menghadapi tantangan globalisasi.
Copyrights © 2026