Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pembentukan kepribadian anggota melalui program kegiatan Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) di SMK Taruna Indramayu. Krisis kepribadian yang dialami remaja, seperti kesulitan mengendalikan diri, kurangnya rasa hormat terhadap sesama, dan memudarnya nilai-nilai luhur, menjadi latar belakang pentingnya kajian ini. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Subjek penelitian terdiri atas 15 siswa dan 2 pelatih PSHT Rayon SMK Taruna Indramayu. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PSHT di SMK Taruna Indramayu menjalankan enam program kegiatan secara konsisten, yaitu latihan rutin, ujian kenaikan sabuk, sambung, kerja bakti, silaturahmi, dan khatmil Qur'an. Program-program tersebut terbukti mampu mendorong perubahan kepribadian yang signifikan pada anggota, mencakup peningkatan kedisiplinan, kepercayaan diri, kepedulian sosial, dan ketakwaan. Pembentukan kepribadian berlangsung secara holistik melalui keterpaduan dimensi fisik, sosial, dan spiritual, dengan peran aktif pelatih sebagai faktor eksternal yang paling determinan dalam proses tersebut.
Copyrights © 2026