Pemahaman inferensial merupakan kemampuan membaca yang menuntut siswa memahami makna yang tidak dinyatakan secara langsung dalam teks. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kemampuan membaca pemahaman inferensial siswa kelas V sekolah dasar berdasarkan Taksonomi Barrett. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologis dan dilaksanakan di SDN Duren Jaya VII dengan melibatkan 28 siswa kelas V. Lima siswa dipilih sebagai informan melalui purposive sampling berdasarkan kategori kemampuan tinggi, sedang, dan rendah. Data dikumpulkan melalui tes esai, observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan membaca pemahaman inferensial siswa masih bervariasi dan belum merata pada seluruh indikator. Indikator menyimpulkan sifat karakter merupakan kemampuan yang paling dikuasai siswa, sedangkan memprediksi hasil dan menyimpulkan urutan menjadi indikator yang paling lemah. Sebagian besar siswa masih cenderung menggunakan pemahaman literal dengan menyalin atau merangkai informasi yang tersurat dalam teks. Kemampuan inferensial siswa dipengaruhi oleh kebiasaan dan minat membaca, strategi membaca, frekuensi latihan, serta penguasaan kosakata. Temuan penelitian ini dapat menjadi dasar bagi guru dalam merancang pembelajaran membaca yang lebih terarah untuk mengembangkan kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa.
Copyrights © 2026