Pembelajaran menulis puisi di sekolah dasar sering menghadapi kendala berupa keterbatasan siswa dalam menemukan ide dan mengembangkan imajinasi. Salah satu strategi yang dapat diterapkan untuk membantu siswa mengonstruksi dan mengembangkan gagasan yakni melalui pemanfaatan cerita rakyat sebagai stimulus dalam kegiatan pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pembentukan makna dan respons kreatif siswa sekolah dasar dalam peningkatan menulis puisi melalui cerita Sendang Pengilon. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek penelitian siswa sekolah dasar. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi hasil puisi siswa. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan siswa membangun pemaknaan yang beragam terhadap cerita Sendang Pengilon sesuai dengan pengalaman, pengetahuan, dan sudut pandang masing-masing. Proses pemaknaan tersebut mendorong siswa mengembangkan gagasan, imajinasi, dan ekspresi yang kemudian dituangkan dalam bentuk puisi. Respons kreatif siswa tampak pada keberagaman tema, penggunaan ungkapan deskriptif, serta kemampuan menghubungkan pesan cerita dengan pengalaman pribadi dan lingkungan sekitar. Temuan penelitian menunjukkan bahwa cerita Sendang Pengilon tidak hanya berfungsi sebagai bahan bacaan, tetapi juga sebagai sarana yang mendukung pembentukan makna dan pengembangan kreativitas siswa dalam pembelajaran menulis puisi. Dengan demikian, pemanfaatan cerita rakyat dapat menjadi alternatif pembelajaran sastra yang bermakna dan kontekstual di sekolah dasar.
Copyrights © 2026