Siswa baru di asrama Islam menghadapi perubahan dalam lingkungan sosial, budaya, dan pembelajaran yang dapat menyebabkan gegar budaya, sehingga membutuhkan kapasitas adaptif dan pengembangan ketahanan. Studi ini bertujuan untuk menjelaskan proses pengembangan ketahanan di kalangan siswa baru dalam mengatasi gegar budaya dan adaptasi pembelajaran di Area Zaid bin Tsabit (Gang K), Asrama Islam Nurul Jadid, dari perspektif psikologi perkembangan. Studi ini menggunakan pendekatan studi kasus kualitatif. Partisipan terdiri dari delapan siswa baru, dua musyrifah (pengawas asrama perempuan), dan satu ustaz pembimbing, yang dipilih melalui pengambilan sampel bertujuan. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, dan dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña. Kepercayaan temuan ditetapkan melalui triangulasi dan pengecekan anggota. Temuan menunjukkan bahwa siswa baru mengalami gegar budaya yang ditandai dengan perubahan lingkungan sosial, respons emosional, dan kesulitan dalam menyesuaikan diri dengan kehidupan asrama. Adaptasi pembelajaran berkembang melalui pembiasaan dengan sistem pembelajaran di asrama, dukungan dari teman sebaya dan musyrifah, serta perkembangan bertahap kemandirian belajar. Proses-proses ini membentuk dasar ketahanan, yang tercermin dalam kemampuan siswa untuk mengatur emosi, memanfaatkan dukungan sosial sebagai faktor pelindung, dan mengembangkan kepercayaan diri serta kemandirian. Studi ini mengusulkan model konseptual pengembangan ketahanan di kalangan siswa baru, yang menunjukkan bahwa ketahanan adalah proses psikologis perkembangan yang berevolusi secara bertahap melalui interaksi antara gegar budaya, adaptasi pembelajaran, tugas perkembangan remaja, dan lingkungan pendukung di asrama Islam.
Copyrights © 2026