Shofi Aqidatul Izzah
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

OPTIMALISASI TARGET HAFALAN AL-QUR'AN MELALUI MANAJEMEN DIRI DAN PENGELOLAAN PROGRAM TAHFIDZ UNTUK KESEJAHTERAAN PSIKOLOGIS SANTRI Shofi Aqidatul Izzah; Siti Norsaniyah; Jazilurrahman
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 03 (2026): Volume 11 Nomor 03, September 2026 Public
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i03.60104

Abstract

Optimizing Qur'anic memorization targets requires effective self-management, well-organized tahfidz program management, and positive psychological well-being. This study aims to examine how self-management and tahfidz program management optimize Qur'anic memorization targets and promote the psychological well-being of students at PPIQ Al-Hasyimiyah, Nurul Jadid Islamic Boarding School, Paiton, Probolinggo. This study employed a qualitative case study approach. Data were collected through interviews, observations, and documentation, then analyzed using the Miles and Huberman interactive model. Data trustworthiness was ensured through source and technique triangulation. The findings indicate that the optimization of Qur'anic memorization targets is supported by three interrelated aspects: self-management, including time management, priority setting, self-evaluation, consistent muraja'ah, self-control, and learning motivation; tahfidz program management through musyrifah supervision, memorization evaluation, and structured scheduling; and psychological well-being, reflected in self-acceptance, self-confidence, learning motivation, positive social relationships, stress management, and satisfaction with memorization progress. The study proposes a conceptual model demonstrating that the synergy between students' self-management, effective tahfidz program management, and positive psychological well-being contributes to optimizing Qur'anic memorization targets.  
RESILIENSI SANTRI BARU DALAM MENGHADAPI CULTURE SHOCK DAN ADAPTASI BELAJAR DI PESANTREN: PERSPEKTIF PSIKOLOGI PERKEMBANGAN Shofi Aqidatul Izzah; Faridatul Maulidah; Susilatus Salamah; Moch. Ridwan Kamil
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 03 (2026): Volume 11 Nomor 03, September 2026 Public
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i03.60698

Abstract

Siswa baru di asrama Islam menghadapi perubahan dalam lingkungan sosial, budaya, dan pembelajaran yang dapat menyebabkan gegar budaya, sehingga membutuhkan kapasitas adaptif dan pengembangan ketahanan. Studi ini bertujuan untuk menjelaskan proses pengembangan ketahanan di kalangan siswa baru dalam mengatasi gegar budaya dan adaptasi pembelajaran di Area Zaid bin Tsabit (Gang K), Asrama Islam Nurul Jadid, dari perspektif psikologi perkembangan. Studi ini menggunakan pendekatan studi kasus kualitatif. Partisipan terdiri dari delapan siswa baru, dua musyrifah (pengawas asrama perempuan), dan satu ustaz pembimbing, yang dipilih melalui pengambilan sampel bertujuan. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, dan dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña. Kepercayaan temuan ditetapkan melalui triangulasi dan pengecekan anggota. Temuan menunjukkan bahwa siswa baru mengalami gegar budaya yang ditandai dengan perubahan lingkungan sosial, respons emosional, dan kesulitan dalam menyesuaikan diri dengan kehidupan asrama. Adaptasi pembelajaran berkembang melalui pembiasaan dengan sistem pembelajaran di asrama, dukungan dari teman sebaya dan musyrifah, serta perkembangan bertahap kemandirian belajar. Proses-proses ini membentuk dasar ketahanan, yang tercermin dalam kemampuan siswa untuk mengatur emosi, memanfaatkan dukungan sosial sebagai faktor pelindung, dan mengembangkan kepercayaan diri serta kemandirian. Studi ini mengusulkan model konseptual pengembangan ketahanan di kalangan siswa baru, yang menunjukkan bahwa ketahanan adalah proses psikologis perkembangan yang berevolusi secara bertahap melalui interaksi antara gegar budaya, adaptasi pembelajaran, tugas perkembangan remaja, dan lingkungan pendukung di asrama Islam.