Penelitiani ini bertujuan untuk mengetahui implementasi komunikasi persuasif kepala sekolah dalam membina disiplin siswa di SMA Negeri 1 Siborongborong. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, serta melibatkan informan kepala sekolah, wakil kepala sekolah bagian kesiswaan, guru bimbingan konseling, wali kelas, dan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala sekolah menerapkan tiga strategi utama, yaitu strategi psikodinamika, strategi persuasi sosiokultural, dan strategi pembuatan kebermaknaan. Pertama, strategi psikodinamika dilakukan kepala sekolah melalui pendekatan empatik dengan memahami kondisi emosional dan latar belakang siswa sebelum memberikan pembinaan. Kedua, strategi persuasi sosiokultural diterapkan melalui penanaman nilai-nilai budaya sekolah seperti disiplin, tanggung jawab, kejujuran, kerja sama, dan saling menghargai melalui pembiasaan, keteladanan, serta kerja sama dengan orang tua dan masyarakat. Sementara itu, strategi pembuatan kebermaknaan dilakukan dengan menjelaskan tujuan dan manfaat aturan sehingga siswa memahami makna disiplin dan terdorong untuk menerapkannya secara sadar. Ketiga strategi tersebut dilaksanakan secara terpadu melalui dialog dan penguatan positif, sehingga mampu meningkatkan kesadaran dan kedisiplinan siswa secara berkelanjutan karena didasarkan pada pemahaman, bukan sekadar kepatuhan terhadap aturan.
Copyrights © 2026