Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan upaya Penyuluh Agama Kristen dalam membentuk karakter sopan santun anak melalui kegiatan pembinaan rohani di Desa Tambunan Sunge, Kecamatan Balige, Kabupaten Toba. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan paradigma interpretif dan pendekatan deskriptif kualitatif. Penentuan informan dilakukan melalui teknik purposive sampling, yang melibatkan satu orang Penyuluh Agama Kristen sebagai informan kunci dan lima orang anak yang aktif mengikuti kegiatan pembinaan rohani dari keseluruhan 20 anak yang tergabung dalam Kelompok Binaan Rabu Ceria. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Selanjutnya, data dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data diuji menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi teknik.Hasil penelitian menunjukkan bahwa upaya Penyuluh Agama Kristen dalam membentuk karakter sopan santun anak diwujudkan melalui tiga bentuk utama, yaitu menyampaikan nilai-nilai Kristiani melalui cerita Alkitab dan kegiatan pembinaan rohani, memberikan keteladanan dalam sikap dan perilaku sehari-hari, serta menciptakan suasana pembinaan yang positif, penuh kasih, dan disiplin. Pembinaan rohani yang dilaksanakan secara berkesinambungan memberikan dampak yang positif terhadap perkembangan karakter anak. Hal ini terlihat dari meningkatnya sikap hormat kepada orang tua dan guru, kebiasaan menggunakan bahasa yang santun, tumbuhnya kepedulian terhadap sesama, meningkatnya kedisiplinan dan tanggung jawab, serta berkurangnya perilaku yang kurang mencerminkan sikap sopan santun dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, Penyuluh Agama Kristen memiliki peran yang penting dalam membentuk karakter sopan santun anak melalui pembinaan rohani yang dilaksanakan secara berkelanjutan di Kelompok Binaan Rabu Ceria, Desa Tambunan Sunge.
Copyrights © 2026