Rendahnya keterlibatan belajar siswa kelas VIII D SMPN 16 Kota Malang dalam pembelajaran merupakan pendorong utama penelitian ini. Lokasi sekolah yang berada di perkotaan, antara pelabuhan dan sawah, menawarkan latar belakang sosial ekonomi yang kaya namun belum sepenuhnya dimanfaatkan dalam proses pendidikan. Dengan mengintegrasikan sistem gamifikasi Auction-Point dengan pendekatan Station Learning berbasis kasus kontekstual, penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterlibatan belajar siswa. Paradigma studi Aksi Kelas (CAR) Kemmis & McTaggart, yang digunakan dalam dua siklus, merupakan metodologi penelitian yang digunakan. 33 siswa kelas VIII D, termasuk 14 siswa perempuan dan 19 siswa laki-laki dengan berbagai karakteristik, menjadi subjek penelitian. Sepuluh responden dari kelas VIII F digunakan untuk menilai validitas dan reliabilitas lembar observasi yang digunakan sebagai alat penelitian. Uji reliabilitas menggunakan Cronbach's Alpha menghasilkan skor 0,864, yang diklasifikasikan sebagai sangat reliabel, dan temuan uji validitas menunjukkan bahwa semua item pernyataan valid (r hitung > r tabel = 0,632). Studi ini menyimpulkan bahwa integrasi pembelajaran berbasis kasus (Station Learning) dengan gamifikasi Auction-Point efektif dalam meningkatkan partisipasi belajar siswa dalam pembelajaran ilmu sosial di tingkat SMP. Rata-rata partisipasi pra-siklus adalah 41,2%, meningkat menjadi 63,7% pada Siklus I dan mencapai 82,6% pada Siklus II.
Copyrights © 2026