Kemampuan berpikir kritis merupakan salah satu keterampilan esensial abad ke-21 yang sangat dibutuhkan dalam menghadapi tantangan hidup dan perkembangan dunia yang pesat. Namun, kemampuan berpikir kritis siswa di tingkat sekolah dasar masih tergolong rendah. Hal ini disebabkan oleh dominasi metode ceramah dalam pembelajaran, kurangnya variasi model pembelajaran, dan belum optimalnya pengaitan materi dengan kehidupan nyata siswa. Kondisi ini menyebabkan siswa cenderung pasif, kurang aktif dalam bertanya, serta belum mampu menganalisis dan mengevaluasi informasi secara mendalam. Observasi awal di UPT SPF SD Negeri Kassi menunjukkan bahwa sebagian besar siswa kelas IV A memiliki kemampuan berpikir kritis di kategori rendah dan sedang, dengan KKM 70 yang belum tercapai oleh banyak siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model inovatif berbasis Contextual Teaching and Learning (CTL) terhadap peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa UPT SPF SD Negeri Kassi. Penerapan model inovatif berbasis CTL diharapkan dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa secara signifikan. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan dalam kemampuan berpikir kritis siswa sebelum dan sesudah penerapan model CTL, dengan hipotesis nol (H0) ditolak dan hipotesis alternatif (H1) diterima. Ini berarti model CTL memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa kelas IV SD Negeri Kassi. Penelitian ini juga diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan ilmu pendidikan, khususnya terkait penerapan model inovatif dalam pembelajaran serta manfaat praktis bagi guru, siswa, dan peneliti selanjutnya. Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan bahwa model Contextual Teaching and Learning merupakan strategi pembelajaran yang efektif untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis siswa di sekolah dasar, mengatasi tantangan pembelajaran tradisional, dan mempersiapkan siswa menghadapi tuntutan keterampilan abad ke-21.
Copyrights © 2026