Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) di sekolah dasar masih sering mengandalkan modul cetak dan gambar statis sehingga konsep abstrak sulit dipahami siswa kelas V. Penelitian ini bertujuan mengembangkan modul ajar IPAS berbasis Virtual Reality (VR) serta menganalisis kelayakan, kepraktisan, dan keefektifannya. Penelitian menggunakan metode penelitian dan pengembangan dengan model ADDIE yang meliputi tahap analisis, perancangan, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Produk mengintegrasikan tujuan pembelajaran, materi IPAS, aktivitas siswa, lembar kerja, asesmen, dan objek tiga dimensi interaktif melalui Assemblr Edu. Validasi dilakukan oleh ahli materi, ahli media, dan ahli bahasa. Uji kelompok kecil melibatkan delapan siswa kelas V dari SDN Karangketug III dan SD Thoriqul Huda, sedangkan uji kelompok besar melibatkan 56 siswa dari SDN Randusari dan SDN Gentong di Kecamatan Gadingrejo, Kota Pasuruan. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, lembar validasi, angket respons, dan penilaian hasil belajar, kemudian dianalisis secara deskriptif menggunakan persentase. Modul memperoleh skor kelayakan 91,81% dari ahli materi, 90,90% dari ahli media, dan 92,22% dari ahli bahasa. Uji kelompok kecil dan besar menghasilkan skor kepraktisan 100% dan 89% dengan rata-rata 94,50%. Rata-rata ketuntasan aktivitas belajar mencapai 95% dan melampaui kriteria keberhasilan 75%. Hasil tersebut menunjukkan bahwa modul yang dikembangkan sangat layak, praktis, dan efektif untuk mendukung pembelajaran IPAS kelas V yang interaktif dan kontekstual.
Copyrights © 2026