Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses terbentuknya resiliensi pada narapidana wanita selama menjalani masa pidana di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Sragen. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi terhadap enam narapidana wanita serta satu petugas lembaga pemasyarakatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa resiliensi narapidana wanita terbentuk melalui interaksi antara faktor internal, seperti spiritualitas dan efikasi diri, serta faktor eksternal, seperti dukungan keluarga dan program pembinaan lembaga. Aspek regulasi emosi, optimisme, dan efikasi diri menjadi dimensi yang paling menonjol dalam proses pembentukan resiliensi. Meskipun demikian, stigma sosial, keterbatasan fasilitas, dan ketidakpastian proses hukum masih menjadi tantangan yang memengaruhi kemampuan narapidana dalam beradaptasi. Temuan penelitian ini menunjukkan pentingnya penguatan program pembinaan psikologis berbasis resiliensi sebagai upaya mendukung kesiapan narapidana wanita untuk kembali berfungsi secara optimal di masyarakat.
Copyrights © 2026