Pendahuluan: HPLC (High Performance Liquid Chromatography) digunakan untuk mengidentifikasi dan mengukur senyawa dalam proses pengembangan obat dan telah digunakan di seluruh dunia selama beberapa dekade. Efisiensi, kecepatan, peningkatan throughput, dan pengurangan biaya analisis merupakan karakteristik penting dari HPLC. Tujuan penggunaan HPLC adalah untuk memisahkan molekul dalam waktu sesingkat-singkatnya. Metode: Tinjauan sistematis ini dilakukan dengan mengidentifikasi artikel di beberapa database (Google Scholar, PubMed, Science Direct, dan ResearchGate). Proses pemilihan artikel menggunakan pedoman Preferred Reporting Items for Systematic Review and Meta-Analyses (PRISMA) untuk membuat diagram alur dengan kriteria penelitian inklusi dan eksklusi. Hasil: Hasil penelitian dari ekstrak Andrographis paniculate, dua puncak yang terlihat dalam kromatogram diidentifikasi sebagai andrographolide (RT-5.832, 68.26%), serta neoandrogra-pholide (RT-12.933, 24.77%). Simpulan: Pengujian menggunakan metode HPLC pada setiap sampel atau ekstrak dari tanaman obat yang berbeda-beda menunjukan adanya kandungan metabolit sekunder yang dapat diamati dari puncak yang terlihat serta waktu retensi yang ditunjukkan. Metabolit sekunder pada setiap tanaman obat berbeda-beda serta banyak atau jumlah metabolit sekundernya pun bervariasi atau tidak sama.
Copyrights © 2024