Bela Cindika Sagala
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

SENYAWA BIOAKTIF BIJI BUAH JAMBLANG BERDASARKAN METODE EKSTRAKSI DAN EFEK KLINIS Mega Ayu; Agnes Dewi Maria; Bela Cindika Sagala; Syifa Kamilah; Himyatul Hidayah
Midwinerslion : Jurnal Kesehatan STIKes Buleleng Vol 9 No 1 (2024): MIDWINERSLION Jurnal Kesehatan STIKes Buleleng
Publisher : LPPM STIKes Buleleng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52073/mjksb.v9i1.404

Abstract

Pendahuluan: Buah jamblang, anggota keluarga Myrtaceae, banyak dibudidaya di daerah tropis dan subtropis di dunia karena buahnya yang manis dan asam serta dagingnya yang lezat. Biji buah jamblang dibuang sebagai limbah industri, buah jamblang diolah menjadi minuman, jeli, selai, cuka, arak, dan labu kuning. Metode: Penelitian ini menggunakan metode narrative review. Mengumpulkan penelitian dan kemajuan ilmu pengetahuan terkini mengenai komposisi nutrisi biji jamblang, komposisi senyawa bioaktif, sifat bioaktifnya dan potensinya sebagai bahan baku formulasi pangan fungsional. Hasil: Biji ini berpotensi menjadi sumber senyawa bioaktif, antara lain tanin terhidrolisis, asam fenolik, flavonoid, dan lain-lain. fenolat, terpenoid, turunan phloroglucinol dan saponin, mendukung sejumlah aktivitas biologis, seperti antidiabetik, antikanker, antiinflamasi, antioksidan, antibakteri, hipolipidemik dan hipokolesterolemik, serta sebagai pelindung, perlindungan kardiovaskular, perlindungan hati dan perlindungan saraf. Biji jamblang juga mengandung karbohidrat, serat, mineral, dan asam askorbat yang tinggi. Namun, potensi penggunaan benih ini sebagai alat inovatif untuk memberikan manfaat kesehatan belum sepenuhnya dipahami. Simpulan: Jamblang (Syzygium cumini (L.) Skeels) merupakan salah satu tanaman lokal yang paling sedikit dibudidaya di Indonesia. Beberapa senyawa yang terdapat pada tanaman jamblang mempunyai aktivitas antioksidan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui aktivitas antioksidan dan kandungan fenolik biji jamblang.
ANALISIS KADAR GLUKOSA PADA BEKATUL PADA BERAS MERAH Bela Cindika Sagala; Mega Ayu Anisa; Syifa Kamilah; Himyatul Hidayah
Midwinerslion : Jurnal Kesehatan STIKes Buleleng Vol 9 No 2 (2024): MIDWINERSLION Jurnal Kesehatan STIKes Buleleng
Publisher : LPPM STIKes Buleleng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52073/mjksb.v9i2.405

Abstract

Pendahuluan: Bekatul merupakan hasil sampingan dari proses penggilingan atau penumbukan gabah menjadi beras. Endosperma terdiri dari kulit ari (lapisan aleuron) dan bagian berpati. Bagian endosperma itu yang kemudian mengalami proses penyosohan menghasikan beras sosoh, dedak dan bekatul. Metode: Melakukan analisis glukosa pada bekatul beras merah dengan menggunakan beberapa metode, dipilih dari laman Google dengan menggunakan kata kunci “beras merah”, “kadar glukosa darah”, “indeks glikemik”, “antidiabetes”, “bekatul”. Basis data dikembangkan oleh ScienceDirect, Kadar gula total biskuit fungsional tertinggi sebesar 35,61% disebabkan oleh perlakuan substitusi tepung bekatul merah 20%, dan kandungan ekstrak jahe merah sebesar 6% terendah sebesar 35,61%. 32,12% adalah yang diperoleh dari perlakuan penggantian tepung bekatul merah. 40% dan 0% ekstrak jahe merah. Hasil: Dari hasil analisis LC-HRMS diketahui pinocembrin, tricin 5-O-B-D-glucoside, monoolein bagian senyawa flavonoid dan diketahui juga bahwa asam 4-kumarat, asam ferulat, dan asam 4-metoksisinamat bagian fenolik. Simpulan: Senyawa-senyawa bioaktif yang terkandung pada bekatul beras merah diantaranya flavonoid, antosianin, asam amino, saponin, alkaloid, dan lain-lain. Kandungan senyawa bioaktif tersebut mempunyai efek farmakologis yaitu dapat menurunkan kadar gula darah atau berguna sebagai antidiabetes.
ANALYSIS OF SECONDARY METABOLYTE COMPOUNDS IN MEDICINAL PLANT EXTRACTS USING HPLC METHOD Ayu Jasmine Azzahra; Bela Cindika Sagala; Mega Ayu Anisa; Syifa Kamilah
Midwinerslion : Jurnal Kesehatan STIKes Buleleng Vol 9 No 1 (2024): MIDWINERSLION Jurnal Kesehatan STIKes Buleleng
Publisher : LPPM STIKes Buleleng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52073/mjksb.v9i1.406

Abstract

Pendahuluan: HPLC (High Performance Liquid Chromatography) digunakan untuk mengidentifikasi dan mengukur senyawa dalam proses pengembangan obat dan telah digunakan di seluruh dunia selama beberapa dekade. Efisiensi, kecepatan, peningkatan throughput, dan pengurangan biaya analisis merupakan karakteristik penting dari HPLC. Tujuan penggunaan HPLC adalah untuk memisahkan molekul dalam waktu sesingkat-singkatnya. Metode: Tinjauan sistematis ini dilakukan dengan mengidentifikasi artikel di beberapa database (Google Scholar, PubMed, Science Direct, dan ResearchGate). Proses pemilihan artikel menggunakan pedoman Preferred Reporting Items for Systematic Review and Meta-Analyses (PRISMA) untuk membuat diagram alur dengan kriteria penelitian inklusi dan eksklusi. Hasil: Hasil penelitian dari ekstrak Andrographis paniculate, dua puncak yang terlihat dalam kromatogram diidentifikasi sebagai andrographolide (RT-5.832, 68.26%), serta neoandrogra-pholide (RT-12.933, 24.77%). Simpulan: Pengujian menggunakan metode HPLC pada setiap sampel atau ekstrak dari tanaman obat yang berbeda-beda menunjukan adanya kandungan metabolit sekunder yang dapat diamati dari puncak yang terlihat serta waktu retensi yang ditunjukkan. Metabolit sekunder pada setiap tanaman obat berbeda-beda serta banyak atau jumlah metabolit sekundernya pun bervariasi atau tidak sama.