Antioksidan adalah senyawa yang penting dalam mengatasi radikal bebas pada tubuh. Antioksidan alami lebih banyak digunakan dari pada antioksidan sintetik karna efek sampingnya yang lebih minim. Tali kuning (Anamirta cocculus) merupakan jenis tanaman merambat yang biasa digunakan oleh masyarakat papua sebagai obat tradisional untuk mengobati malaria. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan metabolit sekunder dan aktivitas antioksidan dari ekstrak etanol tali kuning. Metode: Pengujian skrining fitokimia dilakukan secara kualitatif menggunakan reagen uji sedangkan pengujian aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH. Hasil: Skrining fitokimia menunjukkan bahwa tali kuning mengandung senyawa golongan flavonoid, alkaloid, terpenoid dan tanin. aktivitas antioksidan ekstrak etanol tali kuning dengan konsentrasi 10, 20, 30, 40, 50 ppm menunjukkan aktivitas antioksidan dengan nilai IC50 20,12 μg/mL sedangkan pada larutan pembanding Vitamin C dengan konsentrasi 0,1, 0,2, 0,3, 0,4, 0,5 ppm menunjukkan aktivitas antioksidan dengan nilai IC50 0,34 μg/mL. Simpulan: Hasil skrining fitokimia menunjukkan bahwa tali kuning mengandung senyawa flavonoid, alkaloid, terpenoid dan tanin sedangkan aktivitas antioksidan dari ekstrak etanol tali kuning tergolong dalam antioksidan yang sangat kuat dengan nilai IC50 kurang dari 50 μg/mL.
Copyrights © 2024