Pendahuluan: Jumlah kasus HIV/AIDS di Indonesia terus meningkat setiap tahun, termasuk di Provinsi Bali, yang menempati posisi kelima tertinggi secara nasional. Meskipun pemerintah telah menyediakan layanan pengobatan seperti terapi Antiretroviral (ARV) dan program dukungan, capaian pengobatan masih rendah, dan tingkat kematian ODHA tetap tinggi. Hal ini menunjukkan pentingnya upaya dari dalam diri ODHA untuk meningkatkan kualitas hidup, salah satunya melalui self-management. Metoda: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara self-acceptance dengan self-management pada ODHA di wilayah kerja Puskesmas Banjar I, Kabupaten Buleleng. Desain penelitian ini yaitu deskriptif korelasi. Sampel berjumlah 52 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan meliputi kuesioner Self-Acceptance Scale dan HIV Self-Management Scale. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden berjenis kelamin laki-laki yaitu sebanyak 65,4%, dan rata-rata uisa 40.02 tahun. Mayoritas responden memiliki self-acceptance yang buruk (61,5%) dan self-management dalam kategori cukup (53,9%). Kesimpulan: Disimpulkan bahwa adanya hubungan signifikan positif sedang antara self-acceptance dan self-management (p: 0,000, r: 0,595).
Copyrights © 2025