Ketimpangan gender merupakan tantangan pembangunan yang masih relevan di berbagai daerah Indonesia, termasuk Kabupaten Langkat. Namun, data Indeks Ketimpangan Gender (IKG) yang diterbitkan BPS hanya tersedia secara tahunan, sehingga membatasi analisis pada interval waktu yang lebih rinci. Penelitian ini menerapkan dan membandingkan dua metode interpolasi numerik—Interpolasi Lagrange dan Interpolasi Kuadratik—untuk mengestimasi nilai IKG antartahun di Kabupaten Langkat periode 2020–2025. Akurasi dievaluasi menggunakan teknik leave-one-out cross-validation (LOOCV) dengan metrik MAE, MAPE, dan RMSE. Hasil menunjukkan bahwa Interpolasi Kuadratik menghasilkan nilai MAE sebesar 0,1836, MAPE sebesar 56,65%, dan RMSE sebesar 0,2182, dibandingkan dengan Interpolasi Lagrange yang menghasilkan nilai MAE sebesar 0,7167, MAPE sebesar 204,26%, dan RMSE sebesar 0,9785. Rendahnya akurasi Interpolasi Lagrange dipengaruhi oleh fenomena osilasi Runge pada polinomial berderajat tinggi, terutama pada titik ujung rentang data. Sebagai metode piecewise, Interpolasi Kuadratik menunjukkan performa yang lebih adaptif terhadap pola data IKG yang fluktuatif pada penelitian ini. Temuan penelitian ini memberikan referensi awal dalam pemilihan metode interpolasi numerik untuk analisis Indeks Ketimpangan Gender Kabupaten Langkat dalam konteks dan periode penelitian yang dikaji
Copyrights © 2026