Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Cirebon belum memiliki analisis berbasis data yang dapat mengelompokkan tingkat kebutuhan layanan dokumen kependudukan sekaligus menampilkan persebarannya secara spasial. Penelitian ini bertujuan mengelompokkan persebaran dokumen kependudukan pada 40 kecamatan dan membangun sistem informasi geografis untuk memvisualisasikan hasil pengelompokan. Data periode 2024–2025 terdiri atas Kartu Keluarga, KTP, Kartu Identitas Anak, Akta Kelahiran, dan Akta Kematian. Tahapan analisis mengikuti CRISP-DM, meliputi pemahaman masalah, pemahaman data, pembersihan, seleksi atribut, normalisasi Min-Max, pemodelan K-Means, optimasi centroid menggunakan Particle Swarm Optimization, evaluasi, dan penerapan hasil ke sistem. Tiga cluster digunakan untuk merepresentasikan kategori tinggi, sedang, dan rendah. K-Means menghasilkan distribusi cluster 13, 17, dan 10 kecamatan pada 2024 serta 15, 15, dan 10 kecamatan pada 2025. K-Means + PSO menghasilkan distribusi 14, 10, dan 16 kecamatan pada kedua tahun. Optimasi menurunkan SSE dari 4,314 menjadi 3,779 atau sebesar (12,97%) dan DBI dari 1,230 menjadi 1,050 atau sebesar (14,62%) pada 2024, serta menurunkan SSE dari 4,053 menjadi 3,783 atau sebesar (6,67%) dan DBI dari 1,170 menjadi 1,073 atau sebesar (5,11%). pada 2025. Seluruh fitur sistem untuk admin dan kepala dinas dinyatakan berhasil melalui pengujian black box. Hasil ini menunjukkan bahwa PSO memperbaiki kualitas cluster dan integrasi SIG memudahkan interpretasi persebaran wilayah
Copyrights © 2026