Daun katuk merupakan galakctogoue yang dipercaya masyarakat dapat meningkatkan produksi Air Susu Ibu (ASI). Daun katuk mengandung beberapa senyawa alami yang berguna untuk sintesis dan merangsang produksi ASI. Ketersediaan daun katuk di Indonesia yang melimpah sering digunakan dalam bentuk obat tradisional terutama untuk meningkatkan produksi ASI. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh konsumsi ekstrak daun katuk dengan kelancaran produksi ASI pada ibu menyusui 0-6 bulan di Desa Buntul Peteri Kecamatan Permata Kabupaten Bener Meriah. Metode penelitian menggunakan quasi eksperimen dengan rancangan non equivalent control group design. Penelitian ini di laksanakan pada tanggal 2 s.d. 16 Juli 2024 di kampung Buntul Peteri Kecamatan Permata Kabupaten Bener Meriah. Jumlah sampel sebanyak 30 orang yang dibagi dalam dua kelompok yaitu kontrol dan kelompok intervensi berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditetapkan. Kelompok intervensi diberikan ekstrak daun katuk dengan dosis 2x200 mg selama 15 hari dan akan dilihat efek pada hari ke 15, sedangkan untuk kelompok kontrol tidak diberikan intervensi. Analisis data yaitu analisis univariat menggunakan uji independen t-test. Berdasarkan hasil uji independen sampel t-test didapatkan nilai p-value 0,009<α (0,05), maka H0 ditolak dan Ha diterima. Hal ini menunjukkan bahwa ekstrak daun katuk memberikan pengaruh terhadap pengeluaran ASI. Disimpulkan bahwa ada pengaruh pemberian ekstrak daun katuk terhadap kelancaran ASI pada ibu yang memiliki bayi usia 0-6 bulan. Sehingga ekstrak daun katuk dapat direkomendasikan bagi ibu yang memiliki kendala dalam menyusui. Kata Kunci: Daun Katuk, Produksi ASI, ASI Eksklusif
Copyrights © 2025