Latar Belakang: Stunting pada bayi baru lahir merupakan masalah gizi kronis yang berdampak pada pertumbuhan, perkembangan kognitif, serta kesehatan anak dalam jangka panjang. Salah satu faktor yang berhubungan erat dengan kejadian stunting adalah praktik pemberian Air Susu Ibu (ASI). Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan masalah pemberian ASI dengan kejadian stunting pada bayi baru lahir di wilayah kerja Puskesmas Sanggiran Kecamatan Simeulue Kabupaten Simeulue Barat. Metode: Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi penelitian berjumlah 127 bayi baru lahir, dengan sampel sebanyak 97 responden yang ditentukan menggunakan rumus Slovin dan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner masalah pemberian ASI dan deteksi risiko stunting pada bayi baru lahir. Analisis data menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi a = 0,05. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas masalah pemberian ASI berada pada kategori cukup (42,3%) dan sebagian besar bayi baru lahir berada pada kategori stunting risiko sedang (44,3%). Uji statistik diperoleh nilai p-value = 0,023 (p < 0,05), yang berarti terdapat hubungan signifikan antara masalah pemberian ASI dengan stunting pada bayi baru lahir di wilayah kerja Puskesmas Sanggiran. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang bermakna antara masalah pemberian ASI dengan stunting pada bayi baru lahir. Pemberian ASI yang optimal berperan penting dalam menurunkan risiko stunting sejak periode neonatal. Saran: Diharapkan tenaga kesehatan meningkatkan promosi dan edukasi mengenai pemberian ASI eksklusif, serta keluarga memberikan dukungan penuh pada ibu menyusui.
Copyrights © 2025