Kemampuan membaca permulaan ialah keterampilan dasar yang perlu dikuasai murid kelas I sekolah dasar karena menjadi landasan utama dalam pembelajaran Bahasa Indonesia dan berbagai mata pelajaran lainnya. Namun, masih ditemukan murid yang mengalami kesulitan dalam membaca permulaan sehingga dapat menghambat proses belajar. Studi ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk kesulitan membaca permulaan serta faktor-faktor yang memengaruhinya pada murid kelas I di SDN Karangkembang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data diuji menggunakan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa murid masih mengalami kesulitan pada aspek pengenalan huruf, pelafalan bunyi (fonem), penggabungan huruf menjadi suku kata, serta kelancaran membaca. Selain itu, murid masih mengalami kesulitan membedakan bentuk huruf yang mirip, membaca dengan cara mengeja, serta membaca secara lambat dan terbata-bata. Faktor penyebab kesulitan membaca permulaan meliputi faktor internal berupa rendahnya motivasi belajar, minat membaca, kemampuan kognitif, dan rasa percaya diri murid, serta faktor eksternal berupa kurangnya pendampingan orang tua, minimnya latihan membaca di rumah, dan pendekatan pembelajaran yang kurang variatif. Temuan penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan bagi guru dalam merancang strategi pembelajaran membaca permulaan yang lebih efektif, menarik, dan sesuai dengan kebutuhan belajar murid sehingga kemampuan membaca permulaan dapat berkembang secara optimal.
Copyrights © 2026