Penyelenggaraan pendidikan inklusif pada jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) menuntut kompetensi guru yang tidak hanya memahami karakteristik perkembangan anak, tetapi juga mampu mengelola dinamika emosional yang muncul dalam interaksi pembelajaran. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan kompetensi guru PAUD di Kabupaten Rembang dalam mengelola kelas inklusif berbasis kecerdasan emosional. Pelatihan dilaksanakan melalui pendekatan experiential learning, diskusi partisipatif, simulasi kasus, dan pendampingan reflektif, melibatkan 33 guru dari berbagai lembaga PAUD. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada pemahaman konseptual guru mengenai inklusivitas, peran kecerdasan emosional, serta strategi pengelolaan kelas yang responsif. Guru mulai mampu menafsirkan perilaku anak sebagai ekspresi kebutuhan emosional, bukan semata-mata persoalan kedisiplinan. Selain itu, keterampilan guru dalam menerapkan teknik seperti emotion labeling, emotion coaching, penguatan positif, serta penyediaan sudut relaksasi mengalami peningkatan yang tampak pada praktik kelas pascapelatihan. Evaluasi menunjukkan bahwa sebagian besar peserta merasa pelatihan relevan, aplikatif, dan membantu mereka lebih percaya diri dalam mengelola kelas heterogen. Dengan demikian, kegiatan ini berkontribusi pada penguatan kapasitas profesional guru PAUD dalam mewujudkan pembelajaran inklusif yang ramah emosi dan mendukung tumbuh kembang anak secara holistik.
Copyrights © 2025