Allan Firman Jaya
Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini, Universitas PGRI Ronggolawe Tuban, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pelatihan Teknik Art Therapy (Terapi Seni Rupa) Sederhana bagi Guru PAUD untuk Stimulasi Kecerdasan Emosional Anak melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat Debbie Pisga Sonbai; Allan Firman Jaya
Community Service: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2025): Community Service
Publisher : GRM Academic Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67710/communityservice.v1i1.1

Abstract

Pelatihan teknik Art Therapy (terapi seni rupa) sederhana bagi guru PAUD menjadi salah satu pendekatan strategis dalam menstimulasi kecerdasan emosional anak usia dini, terutama pada konteks pembelajaran yang menuntut respons pedagogis yang kreatif dan empatik. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di KB Ruditi pada tanggal 9 Agustus 2025 dengan melibatkan 25 guru TK dan KB di wilayah Lasem. Pelatihan dirancang untuk memberikan pemahaman konseptual dan keterampilan praktis mengenai penerapan terapi seni sebagai media ekspresi emosi dan penguatan regulasi diri anak. Metode pelatihan menggabungkan pemaparan materi, studi kasus, simulasi teknik menggambar ekspresif, serta diskusi reflektif yang menggali pengalaman peserta dalam menangani dinamika emosional anak. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta memperoleh pemahaman baru mengenai fungsi seni sebagai sarana komunikasi nonverbal yang efektif bagi anak, khususnya dalam membantu mereka mengungkapkan perasaan yang sulit dijelaskan secara lisan. Selain itu, guru menunjukkan peningkatan keterampilan dalam merancang aktivitas seni sederhana yang terstruktur namun tetap fleksibel sesuai kebutuhan emosional anak. Evaluasi pelatihan mengindikasikan bahwa teknik Art Therapy memberikan alternatif praktis dan menarik bagi guru untuk menciptakan lingkungan kelas yang lebih suportif dan ramah emosi. Dengan demikian, pelatihan ini berkontribusi pada peningkatan kompetensi guru PAUD dalam membangun pembelajaran yang holistik dan peka terhadap perkembangan emosional anak.  
Peningkatan Kompetensi Guru PAUD dalam Mengelola Kelas Inklusif Berbasis Kecerdasan Emosional Anak Usia Dini melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat Allan Firman Jaya; Siti Marli'ah; Firdausi Nuzula Apriliyana; Rista Dwi Permata; Risma Nugrahani; Dwi Wahyu Kartikasari
Community Service: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2025): Community Service
Publisher : GRM Academic Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67710/communityservice.v1i1.3

Abstract

Penyelenggaraan pendidikan inklusif pada jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) menuntut kompetensi guru yang tidak hanya memahami karakteristik perkembangan anak, tetapi juga mampu mengelola dinamika emosional yang muncul dalam interaksi pembelajaran. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan kompetensi guru PAUD di Kabupaten Rembang dalam mengelola kelas inklusif berbasis kecerdasan emosional. Pelatihan dilaksanakan melalui pendekatan experiential learning, diskusi partisipatif, simulasi kasus, dan pendampingan reflektif, melibatkan 33 guru dari berbagai lembaga PAUD. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada pemahaman konseptual guru mengenai inklusivitas, peran kecerdasan emosional, serta strategi pengelolaan kelas yang responsif. Guru mulai mampu menafsirkan perilaku anak sebagai ekspresi kebutuhan emosional, bukan semata-mata persoalan kedisiplinan. Selain itu, keterampilan guru dalam menerapkan teknik seperti emotion labeling, emotion coaching, penguatan positif, serta penyediaan sudut relaksasi mengalami peningkatan yang tampak pada praktik kelas pascapelatihan. Evaluasi menunjukkan bahwa sebagian besar peserta merasa pelatihan relevan, aplikatif, dan membantu mereka lebih percaya diri dalam mengelola kelas heterogen. Dengan demikian, kegiatan ini berkontribusi pada penguatan kapasitas profesional guru PAUD dalam mewujudkan pembelajaran inklusif yang ramah emosi dan mendukung tumbuh kembang anak secara holistik.