The Shine Cahaya Dunia Kebidanan
Vol. 10 No. 1 (2025): The Shine Cahaya Dunia Kebidanan

FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TERJADINYA STUNTING PADA ANAK BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SUKARAJA KABUPATEN BOGOR

Amelia Nur Hidayanti (Universitas Bhakti Pertiwi Indonesia)
Nurmupida Abbas (Universitas Bhakti Pertiwi Indonesia)



Article Info

Publish Date
29 Sep 2025

Abstract

 Latar Belakang : Stunting merupakan salah satu tantangan dan masalah gizi secara global yang sedang dihadapi oleh masyarakat di dunia. Ambitious World Health Assembly menargetkan penurunan 40% angka stunting di seluruh dunia pada tahun 2025.   Tujuan : penelitian diketahui faktor yang mempengaruhi terjadinya stunting pada anak balita di Wilayah Kerja Puskesmas Sukaraja Kabupaten Bogor. Jenis penelitian adalah kuantitatif dengan desain crosssectional. Populasi dalam penelitian ini balita stunting usia 24-59 bulan sebanyak 70 orang. Sampel penelitian ini adalah berjumlah 70 responden dengan teknik total sampling. Lokasi penelitian adalah di Wilayah Puskesmas Sukaraja Kabupaten Bogor. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Juni sampai dengan Juli 2024 dengan data primer menggunakan analisis data Chi-square.   Hasil : penelitian kejadian stunting (pendek) 40 (57,1%), jenis kelamin perempuan 39 (55,7%), umur 37-59 bulan 38 (54,3%), pola asuh makan kurang 41 (58,6%) dan tidak ASI Eksklusif 38 (54,3%). Ada hubungan jenis kelamin dengan kejadian Stunting pada anak balita p-value (0,000 > 0.05). Ada hubungan umur dengan kejadian Stunting pada anak balita Fe p-value (0,005 > 0.05). Ada hubungan pola asuh makan dengan kejadian Stunting pada anak balita p-value (0,001 > 0.05). Ada hubungan pemberian ASI Eksklusif dengan kejadian Stunting pada anak balita p-value (0,003 > 0.05). Saran diharapkan lebih aktif dalam memberikan sosialisasi atau penyuluhan kepada keluarga yang memiliki balita stunting, turut andil dalam melakukan pencegahan pada stunting. 

Copyrights © 2025






Journal Info

Abbrev

1

Publisher

Subject

Description

Kehamilan dan persalinan, termasuk pemeriksaan kehamilan, persalinan normal maupun berisiko. Kesehatan bayi dan neonatus, termasuk perawatan bayi baru lahir dan menyusui. Kesehatan ibu dan perempuan, termasuk kesehatan reproduksi dan kesehatan mental. Keluarga berencana dan kontrasepsi. Pelayanan ...