Infrastruktur jalan berperan penting dalam konektivitas, mobilitas, dan pertumbuhan ekonomi. Di Indonesia, kerusakan jalan sering disebabkan oleh beban berat, lalu lintas padat, dan perubahan lingkungan. Penelitian ini bertujuan meningkatkan kualitas aspal dengan mencampurkan Asphalt Concrete Wearing Course (AC-WC) dengan Fly Ash dan Rubber Waste. Fly Ash, dengan kandungan silika 46,7% dan Rubber Waste, yang memiliki viskositas tinggi pada suhu 60°C, digunakan sebagai subtitusi abu batu dan pasir. Penelitian dilakukan di Laboratorium Teknik Universitas Islam Sultan Agung Semarang dengan menggunakan campuran Fly Ash pada persentase 0%, 2%, 4% dan 6%, dan Rubber Waste 0%, 1%, 2%, dan 3% dari berat benda uji. Setelah pembuatan 48 benda uji, dilakukan pengujian Marshall menggunakan Marshall Compression Machine. Hasil menunjukan bahwa penambahan Fly Ash dan Rubber Waste mempengaruhi stabilitas aspal, dengan nilai Marshall Quotient mengalami penurunan dibandingkan campuran normal. Penurunan disebabkan banyaknya rongga pada benda uji. Nilai optimasi stabilitas Marshall pada variasi Fly Ash 6%, Rubber Waste 1% sebesar 814,81 kg/mm dan pada variasi Fly Ash 6%, Rubber Waste 2% sebesar 804,99 kg/mm.
Copyrights © 2024