p-Index From 2021 - 2026
2.037
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Teknik Silitek
Juny Andry Sulistyo
Program Studi Teknik Sipil Universitas Islam Sultan Agung

Published : 15 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

KOMPOSIT ASPAL BETON (AC-WC) DENGAN PENAMBAHAN FLY ASH DAN RUBBER WASTE UNTUK PERKERASAN JALAN Juny Andry Sulistyo; Krisna Majid; M. Azrul; Bunga Permata
Jurnal Teknik SILITEK Vol. 4 No. 02 (2024)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasifik Morotai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51135/qxam5s48

Abstract

Infrastruktur jalan berperan penting dalam konektivitas, mobilitas, dan pertumbuhan ekonomi. Di Indonesia, kerusakan jalan sering disebabkan oleh beban berat, lalu lintas padat, dan perubahan lingkungan. Penelitian ini bertujuan meningkatkan kualitas aspal dengan mencampurkan Asphalt Concrete Wearing Course (AC-WC) dengan Fly Ash  dan Rubber Waste. Fly Ash, dengan kandungan silika 46,7% dan Rubber Waste, yang memiliki viskositas tinggi pada suhu 60°C, digunakan sebagai subtitusi abu batu dan pasir. Penelitian dilakukan di Laboratorium Teknik Universitas Islam Sultan Agung Semarang dengan menggunakan campuran Fly Ash pada persentase 0%, 2%, 4% dan 6%, dan Rubber Waste 0%, 1%, 2%, dan 3% dari berat benda uji. Setelah pembuatan 48 benda uji, dilakukan pengujian Marshall menggunakan Marshall Compression Machine. Hasil menunjukan bahwa penambahan Fly Ash dan Rubber Waste mempengaruhi stabilitas aspal, dengan nilai Marshall Quotient mengalami penurunan dibandingkan campuran normal. Penurunan disebabkan banyaknya rongga pada benda uji. Nilai optimasi stabilitas Marshall pada variasi Fly Ash 6%, Rubber Waste 1% sebesar 814,81 kg/mm dan pada variasi Fly Ash 6%, Rubber Waste  2% sebesar 804,99 kg/mm.
ANALISIS ASPHALT CONCRETE WEARING COARSE (AC-WC) MODIFIKASI RESIN EPOXY DAN SERAT BAJA DRAMIX PADA ASPAL KARET ALAM PADAT PG-70 UNTUK PERKERASAN JALAN Zahra Ridhatillah Salsabil; Vieka Halwa Daniya; Juny Andry Sulistyo
Jurnal Teknik SILITEK Vol. 5 No. 01 (2025)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasifik Morotai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51135/sz6kkh08

Abstract

Aspal karet merupakan salah satu inovasi yang sedang digaung-gaungkan oleh pemerintah karena pencampuran antara karet alam dan aspal dapat menambah kinerja aspal itu sendiri. Inovasi dalam material konstruksi jalan terus berkembang seiring dengan meningkatnya tuntutan akan infrastruktur yang lebih tahan lama dan berkelanjutan. Penelitian ini akan mengkaji pengaruh penambahan Resin Epoxy dan Serat Baja Dramix terhadap sifat mekanik dan durabilitas Aspal Karet Alam Padat PG-70. Penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen dengan penambahan variasi Serat Baja Dramix sebesar 0%, 2%, 4% dan Resin Epoxy dengan variasi 0%, 2%, 4%, 6%, 8%. Pengujian yang dilakukan yaitu uji agregat, pemeriksaan sampel aspal, dan uji Marshall untuk benda uji aspal. Pada hasil penelitian didapatkan nilai parameter karakteristik Marshall yaitu: Nilai VIM, VMA, Stabilitas tertinggi didapatkan pada variasi Resin Epoxy 4% dan Serat Baja Dramix 4% masing-masing sebesar 4,92%; 16,79%; 1357,13 kg. Nilai VFB dan Flow tertinggi didapatkan pada variasi Resin Epoxy 8% dan Serat Baja Dramix 4% dengan nilai 72,43% dan 3,57 mm.
EVALUASI KINERJA ASPHALT CONCRETE WEARING COURSE (AC-WC) MODIFIKASI DENGAN LIMBAH GENTENG DAN SERAT SELULOSA Fenny Eka Agustiya; Arifiandani Putri; Juny Andry Sulistyo
Jurnal Teknik SILITEK Vol. 5 No. 01 (2025)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasifik Morotai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51135/955z7x80

Abstract

Perkerasan jalan umunnya menggunakan lapisan AC-WC sebagai lapisan aus atau lapisan permukaan pada konstruksi jalan. Seiring berjalannya waktu meningkatnya volume lalu lintas dan kondisi lingkungan yang semakin buruk, limbah genteng (subtitusi abu batu) dan serat selulosa dijadikan bahan tambah pada campuran AC-WC. Penambahan bahan campuran diharapkan dapat meningkatkan performa dan memenuhi kriteria Marshall. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menginovasi material subtitusi dan bahan tambah ke dalam campuran aspal, dengan harapan dapat memenuhi spesifikasi parameter-parameter Marshall. Penelitian eksperimen merupakan metode yang digunakan dalam penelitian tugas akhir ini dan pembuatan benda uji serta pengujian Marshall. Benda uji dibuat dengan kadar limbah genteng (0%, 2%, 4%, 6%) dan serat selulosa dengan kadar (0%, 2%, 4%, 6%). Job Mix Design terbaik modifikasi subtitusi limbah genteng dan penambahan serat selulosa ialah kombinasi limbah genteng 2% dan serat selulosa 6% (B6%) dengan hasil; (VMA 27.00); (VIM 4.42); (VFB 83.63); (Stabilitas 998.06); (Flow 3,07); (Marshall Quotient 325,45) yang berpengaruh juga pada sifat campuran AC-WC dari hasil nilai stabilitas Marshall.
PENGARUH LIMBAH PLASTIK POLYETHYLENE TEREPHTHALATE (PET) DAN KAWAT BENDRAT (BEND WIRE) SEBAGAI BAHAN TAMBAH CAMPURAN ASPHALT CONCRETE-WEARING COURSE (AC-WC) PADA PERKERASAN JALAN Kondang Syaukani; Muhammad Hanif Priambudi; Juny Andry Sulistyo
Jurnal Teknik SILITEK Vol. 5 No. 01 (2025)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasifik Morotai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51135/znryv928

Abstract

Perkerasan lentur di Indonesia sering mengalami kerusakan sebelum umur rencana yang disebabkan oleh cuaca dan ketidakrataan campuran. Oleh karena itu, peneliti melakukan inovasi dengan penambahan plastik polyethylene terephthalate (PET) dan kawat bendrat (bend wire) pada campuran Asphalt Concrete Wearing Coarse (AC-WC) dengan tujuan untuk selain mengurangi sampah plastik namun juga menignkatkan karakteristik Marshall campuran AC-WC, serta memperbaiki ketidakrataan campuran. Pada penelitian ini, variasi penambahan plastik PET dalam campuran AC yaitu sebesar 0%, 2%, 4%, 6%, dan 8%, serta untuk variasi penambahan kawat bendrat yaitu sebesar 0%, 2%, dan 4% terhadap Kadar Aspal Optimum (KAO). Pengujian Marshall dilakukan untuk mendapatkan nilai kepadatan, stabilitas, kelelehan plastis, VIM, VFA, VMA, dan MQ. Berdasarkan penelitian ini diperoleh hasil, Penambahan plastik polyethylene terephthalate (PET) dan kawat bandrat pada job mix formula. Komposisi terbaik terdapat pada modifikasi ariasi P6B0 (Plastik PET 6% dan Kawat Bendrat 0%) dan variasi P8B0 (Plastik PET 8% dan Kawat Bendrat 0%) dengan nilai stabilitas sebesar 1590,35 kg.
ANALISIS ASPHALT CONCRETE WEARING COURSE (AC-WC) DENGAN BAHAN TAMBAH ABU BATU (FLY ASH) DAN BAN BEKAS (RECYCLE TIRE) Ardhyansyah; Muhammad Syaifullah Ariendy; Juny Andry Sulistyo
Jurnal Teknik SILITEK Vol. 5 No. 02 (2025)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasifik Morotai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51135/x4fycb09

Abstract

Seiring dengan bertambahnya jumlah pengendara motor, tingkat jumlah ban bekas (recycle tire) juga semakin tinggi. Untuk mengatasinya dalam dunia konstruksi dilakukan berbagai inovasi mengenai Asphalt Concrete Wearing Course (AC-WC) dengan bahan tambah. Abu batu (fly ash) digunakan sebagai alternatif bahan pengisi dan ban bekas (recycle tire) menjadi inovasi yang dikembangkan dalam pencampuran AC - WC. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui stabilitas dan Job Mix Formula terbaik. Penelitian ini menentukan Job Mix Design dengan 63 sampel, mengukur berat sampel kondisi kering, dan Saturated Surface-Dry (SSD). Untuk mengetahui karakteristik bahan tambah dilakukan Marshall Test. Sampel direndam di waterbath pada suhu 60°C dan setelahnya dilakukan Marshall Test untuk mengukur stabilitas, flow, VMA, VIM, VFA dan MQ yang memenuhi Spesifikasi Umum Bina Marga 2018 (revisi 2). Berdasarkan Job Mix Design komposisi terbaik ditemukan pada sampel 2 dengan penambahan abu batu (fly ash) 4% dan ban bekas (recycle tire) 4%, yang memenuhi spesifikasi umum Bina Marga 2018 (revisi 2). Hasil uji Marshall terbaik ada pada variasi ini yaitu 4,32% untuk VIM; 15,5% untuk VMA; 72,12% untuk VFA; 1730 kg untuk stabilitas; 4 mm untuk Flow dan 426,92 kg/mm untuk MQ. Komposisi abu batu (fly ash) 6% dan ban bekas (recycle tire) 6% menunjukkan stabilitas tertinggi yaitu 1740 kg, yang memenuhi kriteria minimum stabilitas sebesar 800 kg.
ANALISIS ASPHALT CONCRETE - WEARING COURSE (AC-WC) DENGAN BAHAN TAMBAH SERBUK BESI DAN RESIN UNTUK PERKERASAN JALAN Bunga Permata Ellendra; Aizh Devi Fitridiana; Juny Andry Sulistyo
Jurnal Teknik SILITEK Vol. 5 No. 02 (2025)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasifik Morotai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51135/97sv7210

Abstract

Salah satu komponen utama dalam perancangan dan pembangunan infrastruktur jalan adalah perkerasan jalan. Permasalahan yang selalu muncul pada perkerasan jalan di Indonesia adalah kerusakan yang diakibatkan oleh pertumbuhan populasi, sehingga menyebabkan kerusakan yang lebih cepat karena semakin berkurangnya kemampuan jalan dalam menopang beban dan kapasitas kendaraan yang diterima. Tujuan dari penelitian yaitu untuk menganalisis Job Mix Formula terbaik dan mengetahui persentase serbuk besi dan resin untuk mencapai standar yang baik. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan percobaan aspal dengan bahan tambah serbuk besi sebesar 0%, 2%, 4%, 6% dan resin sebesar 0%, 2%, 4%, 6% untuk mendapatkan hasil yang baik. Pengujian yang akan dilakukan yaitu Marshall Test dengan 7 parameter yaitu, Stability, Flow, VIM, VMA, VFA, Density, dan MQ. Stabilitas yang paling terbaik yaitu S6R4 (serbuk besi 6% dan resin 4%) dengan nilai 1083,14 kg), Flow 3,90 mm dan VIM 3,65%. Semua campuran aspal dengan penambahan serbuk besi dan resin tetap stabil dan memenuhi Spesifikasi Bina Marga 2018 Revisi 2 kecuali variasi serbuk besi 0% resin 4% yang tidak memenuhi yaitu nilai Stabilitas 657,74 kg dan serbuk besi 0% resin 6% yang tidak memenuhi yaitu nilai Stabilitas 631,56 dan nilai MQ 233,91 kg/mm.
ANALISIS ASPHALT CONCRETE WEARING COURSE (AC-WC) DENGAN BAHAN TAMBAH ASBUTON DAN PASIR LAUT UNTUK PERKERASAN JALAN Ibnu Bagus Wicaksono; Juny Andry Sulistyo
Jurnal Teknik SILITEK Vol. 5 No. 02 (2025)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasifik Morotai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51135/e0w5c993

Abstract

Jalan di indonesia mengalami peningkatan volume kendaraan yang pesat dalam menangani tekanan berat yang menyebabkan kerusakan dini pada jalan, sehingga perlu adanya modifikasi pada perkerasan jalan. potensi penggunaan pasir laut dengan Asbuton sebagai bahan perkerasan jalan sangat besar dan menjanjikan. Kombinasi ini tidak hanya menawarkan solusi yang efisien dan ramah lingkungan, tetapi juga mendukung kemandirian Indonesia dalam pembangunan infrastruktur jalan. Penelitian ini bertujuan mengetahui seberapa besar nilai karakteristik dan pengaruh pengunaan pasi laut dan asbuton pada nilai Stabilitas. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan percobaan untuk mendapatkan hasil, pemanfaatan Asbuton 0%,10%,20%, dan 30% sebagai pencampuran dengan variasi kadar Pasir Laut 0%,10%,20%, dan 30% terhadap total campuran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan persentase Asbuton dan Pasir Laut berpengaruh pada nilai marshall Semakin banyak banyak pengunaan asbuton dan pasir laut akan menyebabkan peningkatan pada  nilai stabilitas, Pada kadar Asbuton 0% nilai stabilitas yang didapatkan sebesar 1424,28 Kg, pada saat kadar Asbuton 10%, nilai stabilitas meningkat menjadi 2356,08 Kg. Dan mengalami penurunan nilai stabilitas ketika penambahan asbuton 20& dan 30%. Dengan penurunan rata-rata sebesar 1991,21 kg dan 1765,42  kg. Kelelehan flow campuran mengalami peningkatan seiring pertambahan kadar asbuton dan pasir laut. Pada saat campuran menggunakan variasi asbuton sebesar 0 %, memiliki nilai flow sebesar 3,02 setelah divariasikan dengan kadar asbuton sampai pada 30%, nilai flow meningkat menjadi 3,53 dengan rata- rata peningkatan sebesar 3,25.
PERILAKU ASPHALT CONCRETE WEARING COARSE (AC – WC) DENGAN BAHAN TAMBAH CRUMB RUBBER DAN SERAT BAJA DRAMIX UNTUK PERKERASAN JALAN Listya Dwi Prastiti; Juny Andry Sulistyo
Jurnal Teknik SILITEK Vol. 5 No. 02 (2025)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasifik Morotai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51135/hheyxj33

Abstract

Jalan aspal di Indonesia memerlukan perawatan atau restorasi untuk mengatasi keausan, retak, lubang dan kerusakan umum lainnya. Penyebab utama kerusakan pada lapisan AC-WC adalah beban berlebih dan cuaca, dimana lapisan ini terletak di atas sehingga bersentuhan langsung dengan beban dan cuaca. Penelitian ini bertujuan untuk menambahkan material baru pada campuran AC-WC, crumb rubber dan serat baja (Dramix) yang diharapkan dapat memenuhi kriteria marshall. Metode yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian percobaan (experiment) dengan membuat benda uji dan melakukan pengujian marshall. Benda uji yang dibuat menggunakan komposisi bahan tambah rubber 0%, 2%, 4% dan 6% serta serat baja (Dramix) 1%, 3%, 5% dan 7%. Pada hasil penelitian didapatkan hasil komposisi Job Mix Design material terbaik yaitu pada variasi Crumb Rubber 2% dan Serat Baja Dramix 5% dengan nilai stabilitas 1179 kg dan flow 3,73 mm. Dan pengaruh Asphalt Concrete Wearing Coarse (AC-WC) terhadap kadar aspal optimum dengan hasil yaitu nilai stabilitas pada variasi material Crumb Rubber 0% dan Serat Baja Dramix 0% (normal) sebesar 1033,71 Kg, sedangkan nilai Flow sebesar 2,88 mm. Pada variasi Crumb Rubber 6% dan Serat Baja Dramix 7% sebesar 1135,20 Kg dengan nilai Flow terendah  sebesar 2,99 mm.
ANALISA LALU LINTAS PADA FLY OVER TOL SEMARANG DEMAK SESI 1B (STUDI KASUS: JALAN RAYA SEMARANG – DEMAK) Nur Aini; Rona Dewi Kamila; Rachmat Mudiyono; Juny Andry Sulistyo
Jurnal Teknik SILITEK Vol. 5 No. 02 (2025)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasifik Morotai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51135/nb1rss22

Abstract

Salah satu masalah umum yang dihadapi pada jalur Semarang-Demak adalah kemacetan terutama di jalan nasional yang menghubungkan kedua wilayah tersebut. Beberapa faktor penyebabnya yaitu beban kendaraan berat serta kondisi tanah yang tidak stabil, terutama di daerah pesisir yang sering terendam banjir rob. Proyek pembangunan flyover diproyeksikan memberi manfaat finansial dalam jangka panjang melalui peningkatan efisiensi transportasi dan mengurangi biaya operasional kendaraan.Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dampak pembangunan flyover pada jalan tol Semarang-Demak terhadap pengurangan kemacetan. Menganalisis kinerja lalu lintas untuk membandingkan derajat kejenuhan sebelum dan sesudah flyover dibangun. Dalam penelitian ini berdasarkan Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI).  Hasil penelitian ini pada kondisi eksisting tahun 2018 menunjukkan hasil yang buruk dengan nilai derajat kejenuhan tinggi yaitu 1,3 (LOS F) pada hari Senin, 1,05 (LOS F) pada hari Sabtu, dan 0,93 (LOS E) pada hari Minggu. Kondisi ini memburuk pada tahun 2024 dengan derajat kejenuhan meningkat dari 1,32 (LOS F) pada hari Senin, 1.1 (LOS F) pada hari Sabtu, dan 0,94 (LOS E) pada hari Minggu. 
ANALISIS ASPHALT WEARING COURSE (AC-WC) DENGAN PENAMBAHAN ABU KARANG DAN PASIR LAUT UNTUK PERKERASAN JALAN Adrian Risqi Widiarso; Muhammad Lutfi Yahya; Juny Andry Sulistyo
Jurnal Teknik SILITEK Vol. 5 No. 01 (2025)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasifik Morotai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51135/94x01192

Abstract

Peningkatan ekonomi di Indonesia memerlukan pengembangan infrastruktur jalan berkualitas. Asphalt Concrete-Wearing Course berperan penting dalam keamanan dan kenyamanan lalu lintas. Untuk mengurangi ketergantungan material impor, abu karang dan pasir laut dari Pantai Empu Rancak Jepara, menjadi alternatif bahan tambah AC-WC dengan variasi abu karang 0%, 2%, 4% pasir laut 0%, 3%, 5%, 7% diharapkan memberikan solusi ramah lingkungan untuk pembangunan jalan. Penelitian ini menentukan Job Mix Design dengan 51 sampel, mengukur berat sampel kondisi kering dan Saturated Surface-Dry (SSD), perendaman 30 menit dan 24 jam pada suhu 60°C. Untuk mengetahui stabilitas, flow, VMA, VIM, VFA dan MQ karakteristik bahan tambah dilakukan Marshall Test. Komposisi terbaik pada sampel 2 penambahan 4% abu karang 3% pasir laut memenuhi Spesifikasi Umum Bina Marga 2018 (revisi 2). Hasil uji Marshall nilai terbaik pada variasi ini yaitu VIM 3,68%; VMA 16,23%; VFA 86,45%; Stabilitas 1430,55 kg; Flow 3,6 mm; MQ 433,5 kg/mm. Komposisi 4% abu karang dan 0% pasir laut mendapatkan stabilitas tertinggi 2023 kg, yang memenuhi minimum Stabilitas sebesar 800 kg.