Dalam berbagai aspek beton memiliki peran krusial dalam pembangunan infrastruktur, kualitas beton sangat dipengaruhi oleh komposisi dan kualitas bahan penyusunnya, terutama agregat halus seperti pasir serta air yang digunakan dalam proses pencampuran. Dalam konteks daerah pesisir, ketersediaan pasir pantai dan air laut yang melimpah seringkali menjadi alternatif yang menarik untuk digunakan dalam pembuatan beton. Namun, penggunaan pasir pantai dan air laut dalam pembuatan beton menimbulkan pertanyaan terkait pengaruhnya terhadap kuat tekan beton, mengingat kandungan garam dan mineral yang tinggi pada kedua bahan tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui kuat tekan beton dan kuat tarik belah serta kelayakan pasir dan air pantai sebagai material pencampuran beton. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kuat tekan beton menggunakan pasir dan air laut bawasalo cenderung dipengaruh oleh kadar garam yang terkandung dalam material tersebut, dengan didapatkan hasil pengujian kuat tekan beton pada umur 7 hari mengalami peningkatan sebesar 16,53 MPa, umur 14 hari sebesar 23,09 MPa, dan pada umur 28 hari meningkat menjadi 27,49 MPa dengan rata-rata 22,37 MPa. Maka dapat disimpulkan beton menggunakan pasir dan air pantai layak digunakan.
Copyrights © 2025