p-Index From 2021 - 2026
0.835
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Teknik Silitek
A. Sulfanita
Program Studi Teknik Sipil Universitas Muhammadiyah Parepare

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

ANALISIS KUAT TEKAN BETON MENGGUNAKAN PASIR DAN AIR PANTAI BAWASALO KABUPATEN BARRU Ananda Huzain Pratama; A. Sulfanita; M. Jabir M
Jurnal Teknik SILITEK Vol. 5 No. 01 (2025)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasifik Morotai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51135/8rxmay94

Abstract

Dalam berbagai aspek beton memiliki peran krusial dalam pembangunan infrastruktur, kualitas beton sangat dipengaruhi oleh komposisi dan kualitas bahan penyusunnya, terutama agregat halus seperti pasir serta air yang digunakan dalam proses pencampuran. Dalam konteks daerah pesisir, ketersediaan pasir pantai dan air laut yang melimpah seringkali menjadi alternatif yang menarik untuk digunakan dalam pembuatan beton. Namun, penggunaan pasir pantai dan air laut dalam pembuatan beton menimbulkan pertanyaan terkait pengaruhnya terhadap kuat tekan beton, mengingat kandungan garam dan mineral yang tinggi pada kedua bahan tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui kuat tekan beton dan kuat tarik belah serta kelayakan pasir dan air pantai sebagai material pencampuran beton. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kuat tekan beton menggunakan pasir dan air laut bawasalo cenderung dipengaruh oleh kadar garam yang terkandung dalam material tersebut, dengan didapatkan hasil pengujian kuat tekan beton pada umur 7 hari mengalami peningkatan sebesar 16,53 MPa, umur 14 hari sebesar 23,09 MPa, dan pada umur 28 hari meningkat menjadi 27,49 MPa dengan rata-rata 22,37 MPa. Maka dapat disimpulkan beton menggunakan pasir dan air pantai layak digunakan.
PENGARUH PENAMBAHAN LIMBAH GYPSUM TERHADAP KUAT TEKAN DAN DAYA SERAP AIR PADA BATA RINGAN Andi Khuznul F.A.Z; A. Sulfanita; Mustakim
Jurnal Teknik SILITEK Vol. 5 No. 02 (2025)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasifik Morotai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51135/19gbvy28

Abstract

Bata ringan tersusun dari tiga bahan penyusun utama yaitu semen, agregat dan air. Pengembangan teknologi bata ringan dalam uji coba penambahan campuran bahan terus dilakukan untuk mencapai kekuatan dan mutu yang diinginkan. Pada percobaan ini penambahan limbah gypsum digunakan sebagai campuran bata ringan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruhnya terhadap kuat tekan dan daya serap airnya dengan variasi substitusi 0%, 5%, 10%, 15% pada umu 28 hari. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental di laboratorium. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penambahan limbah gypsum pada bata ringan meningkatkan kekuatan tekan dengan komposisi optimal 5%, tetapi pada kadar lebih tinggi (10% dan 15%) terjadi penurunan kekuatan akibat perubahan mikrostruktur. Semakin tinggi kadar gypsum, semakin rendah daya serap air bata ringan, dengan kadar 15% mencapai 17,2%, yang menunjukkan pengurangan porositas dan peningkatan ketahanan terhadap kelembaban. 
PENAMBAHAN LIMBAH BOTTOM ASH SEBAGAI SUBTITUSI PASIR DAN FLY ASH SEBAGAI SUBTITUSI SEMEN PADA CAMPURAN BETON Aslam A.W; A. Sulfanita; Hendro; Hakzah; Hamsyah
Jurnal Teknik SILITEK Vol. 5 No. 02 (2025)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasifik Morotai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51135/hnbg2h06

Abstract

Penggunaan limbah bottom ash sebagai substitusi pasir dan fly ash sebagai substitusi semen pada campuran beton merupakan bagian dari pengembangan teknologi bahan dalam konstruksi beton.. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan limbah bottom ash sebagai substitusi pasir dan fly ash sebagai substitusi semen dan kelayakan kuat tekan beton. Metode penelitian ini menggunakan metode eksperimen kuantitatif yang dilakukan di Laboratorium Struktur dan Bahan Universitas Muhammadiyah Parepare. Variasi substitusi limbah FABA yang digunakan adalah 5%, 10%, dan 15% dari berat semen. Pengujian kuat tekan dilakukan pada umur 7, 14 dan 28 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa substitusi FABA berpengaruh terhadap kuat tekan beton, dimana pada umur 7 hari meningkat dari 12,55 MPa (beton normal) menjadi 21,23 MPa (FABA 5%) dan 21,89 MPa (FABA 10%). Pada umur 14 hari mencapai 29,63 MPa dan 29,54 MPa dibanding beton normal 22,84 MPa, dan pada umur 28 hari mencapai nilai optimal sekitar 33 MPa untuk FABA 5% dan 10%, jauh melampaui beton normal yang hanya mencapai 25,76 MPa. Namun, substitusi 15% memberikan dampak negatif dengan kuat tekan hanya mencapai 27,74 MPa pada umur 28 hari.
PENGARUH LIMBAH GYPSUM SEBAGAI SUBSTITUSI SEMEN TERHADAP KUAT TEKAN BETON Ardiansyah Putra Basir; A. Sulfanita; Abd Muis B.
Jurnal Teknik SILITEK Vol. 5 No. 02 (2025)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasifik Morotai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51135/16kj2533

Abstract

Penggunaan limbah gypsum sebagai bahan substitusi semen merupakan salah satu inovasi dalam teknologi beton yang ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya pengaruh substitusi sebagian semen dengan limbah gypsum terhadap workability dan kuat tekan beton. Metode penelitian ini menggunakan metode eksperimen yang dilakukan di Laboratorium Struktur dan Bahan Universitas Muhammadiyah Parepare. Variasi substitusi limbah gypsum yang digunakan adalah 5%, 10%, dan 15% dari berat semen. Pengujian workability dilakukan dengan uji slump, sedangkan pengujian kuat tekan dilakukan pada umur 14 dan 28 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa substitusi limbah gypsum berpengaruh terhadap workability beton, dimana nilai slump test menurun seiring dengan peningkatan persentase limbah gypsum. Pada beton normal tanpa limbah gypsum, nilai slump test adalah 91,0 mm, menurun menjadi 88,0 mm pada substitusi 5%, 85,0 mm pada substitusi 10%, dan 65,3 mm pada substitusi 15%. Untuk kuat tekan, hasil optimal diperoleh pada substitusi 5% limbah gypsum dengan nilai 25,48 MPa pada umur 14 hari dan 29,06 MPa pada umur 28 hari, lebih tinggi dibandingkan beton normal. Substitusi 10% masih menunjukkan hasil yang memadai dengan kuat tekan 23,59 MPa pada umur 14 hari dan 26,42 MPa pada umur 28 hari. Namun, substitusi 15% memberikan dampak negatif dengan kuat tekan hanya mencapai 11,13 MPa pada umur 14 hari dan 13,40 MPa pada umur 28 hari.
ANALISIS FAKTOR YANG MEMPEGARUHI KEMACETAN LALU LINTAS DI JALAN RAYA KEL. TANRUTEDONG KEC. DUAPITUE KAB. SIDRAP Amzar Zam; A. Sulfanita; Misbahuddin; Kasmaida
Jurnal Teknik SILITEK Vol. 5 No. 03 (2025)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasifik Morotai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51135/n8jbx269

Abstract

Peningkatan jumlah kendaraan berdampak pada keadaan lalu lintas. Masalah lalu lintas yang sering muncul adalah kemacetan atau penurunan kinerja jalan yang disebabkan oleh berbagai faktor. Permasalahan tersebut sering dijumpai di wilayah Sidenreng Rappang tepatnya di jalan poros Pangkajene-Tanrutedong. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui kinerja maupun tingkat kemacetan lalu lintas pada jalan poros pangkajene-tanrutedong dan untuk mengetahui tingkat pelayanan Level Of Service (LOS) pada ruas jalan poros tersebut. Jenis penelitian yaitu penelitian campuran dengan metode survey lapangan, analisa menggunakan pedoman PKJI 2023. Hasil analisis volume lalu lintas tertinggi didapat pada hari selasa jam 08.00-09.00 WITA sebesar 1.550,1 spm/jam. Hasil hambatan samping tertinggi pada hari kamis jam 16.00-17.00 WITA sebesar 151,1 dengan nilai bobor rendah (R). Derajat kejenuhan tertinggi didapat pada hari selasa dengan tingkat kejenuhan 0,55 km/jam. Tingkat pelayanan jalan (LOS) arus stabil dengan bobot C, dengan kata tingkat pelayanan ataupun kinerja ruas jalan poros Pangkajene-Tanrutedong 93,9% tingkat kemacetan.