Perkerasan jalan umunnya menggunakan lapisan AC-WC sebagai lapisan aus atau lapisan permukaan pada konstruksi jalan. Seiring berjalannya waktu meningkatnya volume lalu lintas dan kondisi lingkungan yang semakin buruk, limbah genteng (subtitusi abu batu) dan serat selulosa dijadikan bahan tambah pada campuran AC-WC. Penambahan bahan campuran diharapkan dapat meningkatkan performa dan memenuhi kriteria Marshall. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menginovasi material subtitusi dan bahan tambah ke dalam campuran aspal, dengan harapan dapat memenuhi spesifikasi parameter-parameter Marshall. Penelitian eksperimen merupakan metode yang digunakan dalam penelitian tugas akhir ini dan pembuatan benda uji serta pengujian Marshall. Benda uji dibuat dengan kadar limbah genteng (0%, 2%, 4%, 6%) dan serat selulosa dengan kadar (0%, 2%, 4%, 6%). Job Mix Design terbaik modifikasi subtitusi limbah genteng dan penambahan serat selulosa ialah kombinasi limbah genteng 2% dan serat selulosa 6% (B6%) dengan hasil; (VMA 27.00); (VIM 4.42); (VFB 83.63); (Stabilitas 998.06); (Flow 3,07); (Marshall Quotient 325,45) yang berpengaruh juga pada sifat campuran AC-WC dari hasil nilai stabilitas Marshall.
Copyrights © 2025