Pasang air laut atau banjir rob di Desa Randusanga Wetan, Kabupaten Brebes, menyebabkan dampak signifikan terhadap lingkungan, ekonomi, dan aktivitas masyarakat. Dalam menghadapi tantangan ini, perencanaan pasar apung berbahan styrofoam menjadi solusi yang menjanjikan. Desain pasar apung diharapkan tidak hanya mengatasi dampak banjir, tetapi juga meningkatkan sektor ekonomi lokal melalui potensi wisata dan perdagangan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Desain pasar apung menggunakan aplikasi SketchUp dan perhitungan kelayakan ekonomi melalui parameter Net Present Value (NPV), Benefit Cost Ratio (BCR), dan Internal Rate of Return (IRR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasar apung dengan platform berbahan styrofoam memiliki luas area efektif 7002,84 m² dengan zona-zona fungsional seperti kios makanan, toko cendera mata, dan fasilitas wisata air. Analisis kelayakan ekonomi menunjukkan proyek ini layak untuk dilaksanakan dengan nilai NPV positif Rp 4.264.510.663, BCR ≥ 1 yaitu 1,205, dan IRR di atas tingkat suku bunga yaitu 17,0412%. Selain memberikan solusi terhadap dampak lingkungan, pasar apung ini juga berpotensi menjadi destinasi wisata unggulan yang mendukung perekonomian lokal.
Copyrights © 2025