p-Index From 2021 - 2026
0.751
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Teknik Silitek
Henny Pratiwi Adi
Program Studi Teknik Sipil Universitas Islam Sultan Agung

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

DESAIN DAN ANALISIS KELAYAKAN EKONOMI TEKNIK PASAR APUNG DENGAN PLATFORM BERBAHAN STYROFOAM DI DESA RANDUSANGA WETAN, KABUPATEN BREBES Salsabil Rasta Brilian Islami; Regita Tri; Henny Pratiwi Adi
Jurnal Teknik SILITEK Vol. 5 No. 02 (2025)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasifik Morotai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51135/tvk5fa66

Abstract

Pasang air laut atau banjir rob di Desa Randusanga Wetan, Kabupaten Brebes, menyebabkan dampak signifikan terhadap lingkungan, ekonomi, dan aktivitas masyarakat. Dalam menghadapi tantangan ini, perencanaan pasar apung berbahan styrofoam menjadi solusi yang menjanjikan. Desain pasar apung diharapkan tidak hanya mengatasi dampak banjir, tetapi juga meningkatkan sektor ekonomi lokal melalui potensi wisata dan perdagangan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Desain pasar apung menggunakan aplikasi SketchUp dan perhitungan kelayakan ekonomi melalui parameter Net Present Value (NPV), Benefit Cost Ratio (BCR), dan Internal Rate of Return (IRR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasar apung dengan platform berbahan styrofoam memiliki luas area efektif 7002,84 m² dengan zona-zona fungsional seperti kios makanan, toko cendera mata, dan fasilitas wisata air. Analisis kelayakan ekonomi menunjukkan proyek ini layak untuk dilaksanakan dengan nilai NPV positif Rp 4.264.510.663, BCR ≥ 1 yaitu 1,205, dan IRR di atas tingkat suku bunga yaitu 17,0412%. Selain memberikan solusi terhadap dampak lingkungan, pasar apung ini juga berpotensi menjadi destinasi wisata unggulan yang mendukung perekonomian lokal.
ANALISIS EKONOMI TEKNIK PEMBANGUNAN GEDUNG PARKIR DAN FAVE CAFE (STUDI KASUS FAVE HOTEL BANYUMANIK KOTA SEMARANG) Moh. Iman Bilnadzari; Muhamad Krisna Aprilianto; Henny Pratiwi Adi
Jurnal Teknik SILITEK Vol. 5 No. 01 (2025)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasifik Morotai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51135/vxszjw74

Abstract

Mengingat banyaknya jumlah kamar dan juga fasilitas umum lainnya di Fave Hotel, sudah seharusnya diimbangi dengan penyediaan pembangunan infrastruktur fisik yang seimbang dengan banyaknya jumlah kamar yang disewakan dan fasilitas umum yang ada. Masalah parkir terjadi karena adanya kebutuhan lahan parkir yang cukup besar, namun tidak diimbangi dengan ketersediaan ruang parkir yang kurang memadai, sehingga terjadinya gangguan pergerakan lalu lintas karena digunakannya sebagian jalan untuk tempat parkir. Dengan mempertimbangkan permasalahan tersebut, maka alternatif yang dilakukan adalah membangun gedung parkir di sisi barat hotel dengan menggunakan area rooftop sebagai area komersial. Tujuan penulisan ini dilakukan adalah untuk menganalisa ekonomi teknik pembangunan gedung parkir dan Fave Cafe di Fave Hotel Banyumanik Kota Semarang. Analisis ekonomi teknik yang dilakukan dibatasi dengan hanya menggunakan metode Net Present Value (NPV), Benefit Cost Ratio (BCR), dan Internal Rate of Return (IRR). Didapatkan hasil NPV sebesar Rp. 342.553.274,60, BCR sebesar 1,07 dan IRR sebesar 11,008% sehingga dapat dikatakan pembangunan Gedung Parkir dan Fave Cafe layak dalam hal ekonomi teknik.
ANALISIS KELAYAKAN EKONOMI TEKNIK PEMBANGUNAN CAFE AND APARTMENT BATU TULIS JAKARTA PUSAT Yusuf Maulana Ferdiansah; Satria Putra Adam Pradana; Henny Pratiwi Adi
Jurnal Teknik SILITEK Vol. 5 No. 01 (2025)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasifik Morotai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51135/z032bw49

Abstract

Tingginya angka pertumbuhan penduduk di kota Jakarta menyebabkan berkurangnya lahan yang tersedia hal ini menyebabkan bertambahnya kebutuhan bangunan yang memiliki multi fungsi atau dapat disebut mixed building. Desain mixed building diharapkan tidak hanya mengatasi masalah keterbatasan lahan, tetapi juga meningkatkan sektor ekonomi sekitar dengan berdirinya gedung ini. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan tahapan pengumpulan data sekunder, serta perhitungan kelayakan ekonomi melalui parameter Net Present Value (NPV), Benefit Cost Ratio (BCR), dan Internal Rate of Return (IRR), Payback Period (PP). Hasil penelitian menunjukkan bahwa proyek pembangunan Cafe And Apartment Batu Tulis ini layak untuk dilaksanakan dengan hasil NPV sebesar Rp. 4.239.621.636,65 yang bernilai positif, BCR mendapatkan hasil 1,11537602 yang berarti lebih besar dari 1, dan IRR mendapatkan hasil 18,64% diatas tingkat suku bunga, dan payback period mendapatkan hasil 4,89 tahun yang masih dibawah waktu yang telah ditentukan oleh investor. Selain memberikan solusi terhadap keterbatasan lahan pada perkotaan, pembangunan Cafe and Apartment Batu Tulis ini juga diharapkan memberikan manfaat ekonomi langsung dan tidak langsung bagi lingkungan sekitarnya, seperti menciptakan lapangan kerja dan mendukung aktivitas perekonomian lokal.
ANALISIS WAKTU PELAKSANAAN PEKERJAAN MENGGUNAKAN METODE CRITICAL CHAIN PROJECT MANAGEMENT (CCPM) DAN BUILDING INFORMATION MODELLING (BIM) Amillul Fata Fajrul Isnain; Muhammad Haizul Afifi; Henny Pratiwi Adi
Jurnal Teknik SILITEK Vol. 6 No. 02 (2026)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasifik Morotai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51135/ag979h53

Abstract

Pembangunan Rumah Susun Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) bertujuan untuk menyediakan fasilitas hunian yang layak bagi tenaga kerja industri seiring meningkatnya aktivitas investasi di kawasan tersebut. Namun, dalam pelaksanaannya masih ditemukan ketidaksesuaian antara jadwal perencanaan dan realisasi pekerjaan di lapangan yang berpotensi menyebabkan keterlambatan proyek. Oleh karena itu, diperlukan metode penjadwalan yang mampu meningkatkan efisiensi waktu pelaksanaan serta mendukung proses monitoring dan pengendalian proyek secara terintegrasi. Pemodelan BIM dilakukan untuk memperoleh volume pekerjaan dan produktivitas tenaga kerja. Penjadwalan proyek disusun menggunakan sostware penjadwalan. Analisis dilakukan dengan membandingkan durasi proyek eksisting, penjadwalan berbasis BIM, dan penjadwalan hasil integrasi BIM dengan CCPM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa durasi proyek eksisting sebesar 64 hari dapat direduksi menjadi 60 hari melalui penerapan penjadwalan berbasis BIM, sehingga diperoleh efisiensi waktu sebesar 6,25%. Selanjutnya, setelah dilakukan optimasi menggunakan metode CCPM, durasi proyek kembali berkurang menjadi 54 hari, dengan total efisiensi waktu sebesar 15,625% terhadap jadwal eksisting.