Beton ringan adalah beton yang memiliki berat jenis lebih ringan dari beton pada umumnya. Penggunaan styrofoaam sebagai substitusi agregat kasar dalam beton ringan dapat menurunkan kekuatan tekan bersama dengan penambahan persentase styrofoam, ini disebabkan oleh sifat styrofoam yang dapat dimampatkan.Diperlukan jenis metode penguatan, salah satunya adalah metode Glass Fiber Reinforced Polymer (GFRP). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar styrofoam yang optimal pada campuran beton dan menganalisis pengaruh GFRP terhadap peningkatan nilai kuat tekan beton pada benda uji silinder. Penelitian ini menggunakan 24 sampel benda uji silinder dengan diameter 15cm dan tinggi 30cm, terdiri dari 12 benda uji menggunakan campuran styrofoam dengan tulangan GFRP dan 12 benda uji menggunakan campuran styrofoam tanpa penguat GFRP. Setiap variasi persentase substitusi styrofoam yang digunakan adalah 0%, 3%, 5%, 7%. Hasil uji kuat tekan beton normal tanpa tulangan diperoleh dengan nilai kuat tekan rata-rata 20,04 MPa dan beton normal dengan tulangan GFRP meningkat sebesar 25,23 MPa. Sementara itu, peningkatan beton ringan dengan tulangan styrofoam terbesar ditemukan pada spesimen uji dengan persentase styrofoam 5% dengan tulangan GFRP 14,79 MPa dan beton ringan tanpa tulangan GFRP diperoleh dengan persentase styrofoam 3% dengan hasil 14,51 MPa.
Copyrights © 2025