Muhammad Rusli Ahyar
Program Studi Teknik Sipil Universitas Islam Sultan Agung

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENGARUH PENAMBAHAN STYROFOAM DAN TULANGAN PADA CAMPURAN BETON TERHADAP KUAT LENTUR BETON Burhan Anis Satya; Mareno Daryl Fahrezi; Muhammad Rusli Ahyar
Jurnal Teknik SILITEK Vol. 5 No. 02 (2025)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasifik Morotai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51135/evvz2208

Abstract

Beton adalah material yang lumayan berat, dengan densitas mencapai 2400 kg/m3 serta yang sifatnya dapat penghantaran panas yang baik. Beton menjadi pilihan bagi banyak orang, karena dapat mengurangi beban mati pada suatu struktur beton serta menekan kemampuan penghantaran panasnya. Sebuah beton tergolong sebagai beton ringan apabila memiliki massa berat kurang dari 1800 kg/m3. Pada penelitian ini, peneliti memiliki tujuan yaitu  untuk membandingkan kekuatan lentur antara beton normal dan beton bertulang styrofoam. Selain itu, penelitian ini juga menganalisis dampak penambahan styrofoam sebagai agregat halus terhadap kapasitas lentur balok. Penelitian ini dilakukan dengan cara eksperimen dengan membuat Beton Normal mutu K-240 memiliki nilai Fc’ 20 MPa. Pada penelitian ini menggunakan tujuh beton sampel benda uji berupa balok dengan ukuran panjang 60 cm, lebar 15 cm, dan tinggi 15 cm dengan presentase styrofoam 3%,5%, 7% dengan 2  benda uji di setiap  variasi nya. Hasil uji   lentur pada beton normal didapat hasil rata-rata 2,76 MPa dan untuk beton ringan didapat hasil tertinggi rata-rata 4,59 MPa dan terendah 2,76 MPa. Sedangan beton bertulang styrofoam didapat hasil tertinggi dengan rata-rata 4,32 dan terendah 4,06 MPa.
ANALISIS KUAT TEKAN BETON MENGGUNAKAN CAMPURAN STYROFOAM DENGAN LAMINASI GLASS FIBER REINFORCED POLYMER (GFRP) Aaminah; Ayu Ananda Austavia; Muhammad Rusli Ahyar
Jurnal Teknik SILITEK Vol. 5 No. 02 (2025)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasifik Morotai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51135/16v7a039

Abstract

Beton ringan adalah beton yang memiliki berat jenis lebih ringan dari beton pada umumnya. Penggunaan styrofoaam sebagai substitusi agregat kasar dalam beton ringan dapat menurunkan kekuatan tekan bersama dengan penambahan persentase styrofoam, ini disebabkan oleh sifat styrofoam yang dapat dimampatkan.Diperlukan jenis metode penguatan, salah satunya adalah  metode Glass Fiber Reinforced Polymer (GFRP). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar styrofoam yang optimal pada campuran beton dan menganalisis pengaruh GFRP terhadap peningkatan nilai kuat tekan beton pada benda uji silinder. Penelitian ini menggunakan 24 sampel benda uji silinder dengan diameter 15cm dan tinggi 30cm, terdiri dari 12 benda uji menggunakan campuran styrofoam dengan tulangan GFRP dan 12 benda uji menggunakan campuran styrofoam tanpa penguat GFRP. Setiap variasi persentase substitusi styrofoam yang digunakan adalah 0%, 3%, 5%, 7%. Hasil uji kuat tekan beton normal tanpa tulangan diperoleh dengan nilai kuat tekan rata-rata 20,04 MPa dan beton normal dengan tulangan GFRP meningkat sebesar 25,23 MPa. Sementara itu, peningkatan beton ringan dengan tulangan styrofoam  terbesar ditemukan pada spesimen uji dengan persentase  styrofoam 5% dengan tulangan GFRP 14,79 MPa dan beton ringan tanpa tulangan GFRP diperoleh dengan persentase styrofoam 3% dengan hasil 14,51 MPa.
PENGARUH RENDAMAN AIR PAYAU TERHADAP KUAT TEKAN PADA BETON CAMPURAN FLY ASH Firdaus Yulian Dwi Dirgantara; Muhammad Rusli Ahyar
Jurnal Teknik SILITEK Vol. 6 No. 01 (2026)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasifik Morotai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51135/8d7vqb77

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh perendaman air payau terhadap kuat tekan beton dengan penambahan fly ash sebagai bahan substitusi sebagian semen. Penggunaan fly ash diharapkan mampu meningkatkan kuat tekan dan ketahanan beton terhadap lingkungan yang mengandung kadar garam sedang. Variasi fly ash yang digunakan adalah 0%, 5%, 10%, 15%, kemudian dibandingkan untuk melihat performa terbaik pada dua jenis media perendaman, yaitu air tawar dan air payau. Metode penelitian menggunakan pendekatan eksperimental dengan membuat benda uji silinder beton berdiameter 15 cm dan tinggi 30 cm. Seluruh sampel melalui proses curing selama 28 hari sebelum direndam dalam media penelitian. Setelah itu dilakukan pengujian kuat tekan menggunakan mesin uji tekan sesuai standar ASTM C39. Data hasil uji dianalisis untuk membandingkan pengaruh setiap variasi fly ash pada kedua kondisi perendaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan fly ash memberikan peningkatan kuat tekan yang signifikan. Variasi fly ash 10% menjadi kadar optimal dengan kuat tekan tertinggi baik pada rendaman air tawar maupun air payau. Selain itu, pola retak pada seluruh sampel relatif sama, sehingga menunjukkan bahwa penambahan fly ash tidak menimbulkan perubahan signifikan terhadap mekanisme keruntuhan beton