Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kerusakan jalan di Kabupaten Pinrang, khususnya pada ruas jalan PLTA Bakaru, serta mengidentifikasi jenis-jenis kerusakan yang paling sering terjadi. Selain itu, penelitian ini juga membandingkan tingkat kerusakan pada segemen satu dan segmen lain yang terjadi di sepanjang jalan tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif dan komparatif untuk memperoleh data yang objektif dan akurat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini mencakup survei lapangan untuk mengidentifikasi dan mengklasifikasikan jenis-jenis kerusakan jalan, seperti lubang, retak buaya, retak memanjang, dan pengelupasan aspal. Data dianalisis menggunakan analisis deskriptif untuk mengetahui distribusi kerusakan dan analisis komparatif untuk mengetahui tingkat kerusakan dari satu segmen dan segmen yang lain. Hasil survei menunjukkan bahwa kerusakan paling parah ditemukan di Segmen 7, 8, 9, dan 10, dengan kondisi jalan masuk dalam kategori “Sangat Buruk” (PCI ≤ 40). Hasil penelitian menunjukkan bahwa lubang besar dan kecil merupakan jenis kerusakan yang paling sering ditemukan, diikuti oleh retak buaya dan pengelupasan aspal. Kerusakan jalan di beberapa segmen dengan tingkat kerusakan yang parah memerlukan perhatian yang intensip sebagai upaya untuk mengembalikan keyamanan berkendara bagi pengguna jalan tersebut. Temuan ini menunjukkan bahwa kondisi jalan yang buruk secara signifikan memengaruhi aktivitas masyarakat dan kebutuhan social , sehingga perlu perhatian serius dari pihak terkait untuk perbaikan dan pemeliharaan jalan secara berkala.
Copyrights © 2025