Beton ringan adalah beton yang mempunyai bahan baku utama terdiri atas semen, agregat (pasir), air, dan ditambah dengan suatu bahan pengembang (foaming agent). Beton ringan utamanya ada pada berat, sehingga apabila digunakan pada proyek bangunan tinggi (high rise building) seperti pembuatan dinding beton ringan akan dapat secara signifikan mengurangi berat sendiri bangunan, yang selanjutnya berdampak kepada perhitungan pondasi bangunan. Ada beberapa cara untuk menghasilkan beton ringan. Salah satu solusinya adalah mengganti agregat tradisional dengan agregat ringan dan penambahan gelembung udara dalam matriks semen, beton khusus ringan disebut beton seluler. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari variasi ukuran agregat halus terhadap kuat tekan beton ringan. Metode penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan teknik eksperimental yang dilakukan di Laboratorium Struktur dan Bahan Universitas Muhammmadiyah. Hasil dari penelitian yang didapatkan yaitu pada hari ke-7, pada beton ringan tergradasi sebesar 1,415, pada beton ringan tidak tergradasi sebesar 1,887 . Hari ke-14, pada beton ringan tergradasi sebesar 2,453, pada beton ringan tidak tergradasi sebesar 2,076. Hari ke-28, pada beton ringan tergradasi sebesar 4,435, pada beton ringan tidak tergradasi sebesar 3,869. Jadi, pasir yang tergradasi lebih besar kuat tekannya dari pada pasir yang tidak tergradasi.
Copyrights © 2025