Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

ANALISIS TEBAL PERKERASAN JALAN POROS KABUPATEN PINRANG – KOTA PAREPARE MENGGUNAKAN METODE BINA MARGA 1987 Anugrah Yasin; Muh Rafli; Hamka Hamka
TAPAK [Teknologi Aplikasi Konstruksi] : Jurnal Program Studi Teknik Sipil Vol 12, No 2 (2023): Mei 2023
Publisher : Prodi Teknik Sipil Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/tp.v12i2.2590

Abstract

Jalan raya poros Kabupaten Pinrang – Kota Parepare merupakan salah satu jalan kolektor yang ada di Sulawesi Selatan memiliki Beban Lalu Lintas Harian yang cukup tinggi, berdasarkan survey yang dilakukan LHR pada tahun 2021 4.779 kendaraan. Jumlah LHR yang cukup tinggi yang menyebabkan jalan mengalami kerusakan berupa retak seperti rambut . berdasarkan hal tersebut maka dilakukan perencanaan tebal perkerasan atau biasa disebut overlay, perencanaan ini dimulai dengan survey jumlah kendaraan yang lewat selama 1 x 24 jam (LHR) kemudian survey kekuatan daya dukung tanah (DDT) menggunakan alat DCP, lalu mengukur kelandaian menggunakan theodolit digital. Kemudian mencari referensi dan data-data sekunder berupa pertumbuhan lalu lintas, data curah hujan dan data kelas jalan. Setelah semua data yang dibutuhkan didapat kemudian dilakukan perhitungan tebal perkerasan jalan menggunakan metode Bina Marga 1987. Berdasarkan perhitungan tersebut lapis ulang perkerasan yang diperlukan adalah 3 cm
LITERASI DAN NUMERASI KAMPUS MENGAJAR ANGKATAN 4 PADA SMP MUHAMMADIYAH PAREPARE Masnur Masnur; Irmayani Irmayani; Andi Wafiah; Syahirun Alam; Nur Ilmi; Muhammad Jabir; Farhan Dzulkhair Hasan; Ferdiansyah Saing; Selmianti Selmianti; Misbahuddin Misbahuddin; Muhammad Iqbal Putra; Hendro Widarto; Hamka Hamka; Dian Wahyudi
Batara Wisnu : Indonesian Journal of Community Services Vol. 3 No. 3 (2023): Batara Wisnu | September - Desember 2023
Publisher : Gapenas Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53363/bw.v3i3.217

Abstract

The teaching campus program is one of the flagship programs of the Ministry of Education, Culture, Research and Technology's Free Learning Campus (MBKM) policy. The Teaching Campus Program is a program that provides opportunities for students to learn outside the classroom by becoming partners with teachers in the learning process at the basic education level. The Teaching Campus Program is a collaboration whose beneficiaries are students at elementary and middle school levels of education. This program focuses on two outcomes, namely developing the competency of students participating in the program through increasing leadership capacity, creativity and innovation, problem solving, communication, team management, and improving analytical thinking, as well as increasing literacy and numeracy for students at target schools. The Class 4 Teaching Campus Program is implemented at Muhammadiyah Parepare Middle School, which is located at Jl. Muhammadiyah No. 8, District. Soreang, Parepare City, South Sulawesi. In the Class 4 Teaching Campus program at SMP Muhammadiyah Parepare, the forms of assistance provided by students in terms of teaching include students helping to teach offline, providing special guidance to students who are not very fluent in reading. In school administration assistance, namely improving library administration, including making visitor lists and book borrowing lists and arranging books. Technology adaptation assistance includes the introduction of computer devices and also guidance in using several learning media applications such as Microsoft Word, Canva and Google Meeting.
Tinjauan Rehabilitasi Pekerjaan Jalan Pada Jalan Cempa II Desa Mattunru Tunrue Kecamatan Cempa Kabupaten Pinrang Novianti Novianti; Rahmawati Rahmawati; Hamka Hamka
Jurnal Konstruksi Vol 22 No 1 (2024): Jurnal Konstruksi
Publisher : Institut Teknologi Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33364/konstruksi/v.22-1.1614

Abstract

This research is motivated by the fact that Mattunru Tunrue Village is one of the villages in Cempa District, Pinrang Regency, South Sulawesi Province, Indonesia. In this village there are marine tourism attractions, namely Harapan Ammani Beach and Dewata Wakka Beach and the Karasa industrial center with sufficient accessibility. both via the Cempa II road, which is currently experiencing damage, which is a concern for the people of Mattunru Tunrue Village and of course road users. The aim of the research is to determine the type of road damage found on Cempa Road, Mattunru Tunrue Village, Pinrang Regency, as well as the level of damage that occurs and determine the appropriate type of road maintenance. Knowing the methods used in concrete road rehabilitation work on Jalan Cempa, Mattunru Tunrue Village, Pinrang Regency. The research method for data analysis uses the Bina Marga Method. To achieve this goal, primary data is needed that can be surveyed in the field regarding the type of road damage, level of road damage and traffic volume surveys. The results of this research show that the road conditions experienced damage such as holes, raveling, delamination and wear. The LHR value of the Cempa road section, Mattunru Tunrue Village, Pinrang Regency on weekdays is 3635 pcu/day and on holidays it is 3336 pcu/day so the road class value on Cempa road is class 5. The rehabilitation method used on Cempa II road namely using a type of continuous cement concrete pavement with reinforcement. The width of the road being made is wider than the previous construction, namely according to the work drawings, namely 5 meters using concrete construction with a road height of 20cm.
Perbandingan Model Pemilihan Moda Feeder BMA Trans dan Mobil Sewa Kota Parepare ke Bandara Sultan Hasanuddin Umar Ramadhan; Hamka Wakkang; Misbahuddin Misbahuddin
Jurnal Konstruksi Vol 22 No 2 (2024): Jurnal Konstruksi
Publisher : Institut Teknologi Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33364/konstruksi/v.22-2.1646

Abstract

Transportation concerns the movement of people and goods. Currently, the functions and types of transportation are developing according to existing needs and conditions. The aim of this research is to identify factors that influence feeder transportation on mode choice between BMA trans and rental cars in the city of Parepare to Sultan Hasanuddin airport. The results of the regression analysis are used to express probability using the binary logit regression modeling method. The mode selection model (feeder) was processed using STATA 16 software. Based on the factors that influence transportation users in choosing the mode to get to Sultan Hasanuddin Airport, the main factor for respondents who chose BMA Trans was based on the comfort factor of 48%. Meanwhile, the main factor for respondents in choosing a rental car mode in the city of Parepare to get to the airport is based on the travel time factor of 40%. and from the results of the modeling comparison between BMA Trans and rental cars, the probability increase for BMA Trans is greater in terms of cost, safety and comfort. while a rental car increases the probability in terms of travel time.
Preferensi Pemilihan Moda Transportasi Online Berdasarkan Kualitas Layanan di Wilayah Perkotaan Harfian Harfian; Hamka Hamka; Hendro Widarto
Jurnal Konstruksi Vol 23 No 1 (2025): Jurnal Konstruksi
Publisher : Institut Teknologi Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33364/konstruksi/v.23-1.2340

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemilihan moda transportasi online (Grab, Go-Jek, dan Maxim) berdasarkan variabel kualitas layanan yang terdiri dari biaya, kemudahan akses, waktu tunggu, keamanan, dan kenyamanan. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan metode kuantitatif dengan dua jenis analisis yakni analisis logit biner dan analisis regresi linier berganda. Data dikumpulkan melalui angket yang didistribusikan kepada 100 responden di Kota Parepare. Berdasarkan analisis logit biner, peluang terpilihnya moda grab lebih tinggi dibandingkan Maxim dan Go-Jek diatas 50%, sementara Maxim dan Gojek hanya memiliki peluang terpilih yang tidak lebih dari 30%. Berdasarkan analisis regresi linier berganda, variabel biaya, kemudahan akses, waktu tunggu, keamanan, dan kenyaman memiliki pengaruh signifikan yang tinggi dibawah 0.01 dengan koefisien determinasi mencapai 85,90%. Penelitian ini berkontribusi terhadap strategi pengembangan dan perencanaan moda transportasi online untuk wilayah urban menengah seperti Kota Parepare.
Analisis Penggunaan Serat Sabut Kelapa Terhadap Karakteristik Bata Ringan Muh. Rafli Pratama; Hamka Hamka; Abd. Muis B
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.3411

Abstract

Limbah merupakan hasil usaha atau aktivitas yang mengandung senyawa berbahaya dan beresiko bagi lingkungan, kesehatan manusia, dan kelangsungan makhluk hidup. Limbah serabut kelapa merupakan salah satunya. Fokus dari penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi dampak dari kombinasi limbah serabut kelapa terhadap produksi bata rigan berdasarkan kekuatan tekan dan kemampuan menyerap air. Penelitian ini menerapkan pendekatan eksperimen yang dilakukan di laboratorium struktur dan material Universitas Muhammadiyah Parepare. Hasil penelitian ini memperhatikan variasi campuran limbah serabut kelapa dengan variasi 0%,1%,3% dan 5%. Setiap variasi dibuat 3 sampel dengan dimensi 60cm x 10cm x 20cm selama 28 hari proses curing sebelum melalui uji kuat tekan. Berdasarkan hasil penelitian, 5,333 Mpa dengan variasi 0%, 5,194 Mpa dengan variasi 1%, 4,528 Mpa dengan variasi 3%, dan 3,861 Mpa dengan variasi 5%. Untuk bata ringan, persentase penyerapan air adalah 17,13% dengan variasi 0%, 17,36% dengan variasi 1%, 17,68% dengan variasi 3%, dan 17,86% dengan variasi 5%. Dengan kesimpulan semakin banyak persentase sabut kelapa maka daya serapa air akan meningkat karena sifat serat kelapa yang menyerap air dan menciptakan pori tambahan.Sedangkan pada kuat tekan cenderung turun jika kadar serat terlalu tinggi karena porositas meningkat dan daya ikat semen terganggu.
Evaluasi Kinerja Simpang Tak Bersinyal Menggunakan Metode PKJI (Studi Kasus Jalan Jenderal Ahmad Yani, Jalan Abu Bakar Lambogo dan Jalan Bukit Madani Kota Parepare) Dandi Setiadi; Hamka Hamka; Kasmaida Kasmaida
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.3449

Abstract

Persimpangan merupakan bagian penting dari sistem jaringan jalan yang memerlukan pengaturan khusus untuk mengoptimalkan pergerakan dan meminimalkan konflik lalu lintas. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui kinerja arus lalu lintas pada jalan mayor (Jalan Jend Ahmad Yani) dan jalan minor (Jalan Abu bakar lambogo dan Jalan Bukit Madani) dan mengetahui dampak arus lalu lintas terhadap tingkat pelayanan simpang jalan mayor dan jalan minor kota Parepare. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kuantitatif. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja arus lalu lintas di hari kerja (Selasa) pada jalan mayor dan jalan minor memiliki volume kendaraan jam puncak sebesar 4.691 kend/jam pada pukul 08.00-09.00 WITA. Adapun nilai kapasitas (C) yang dihasilkan yaitu 3180,435 smp/jam dengan nilai derajat kejenuhan (DJ) sebesar 0,61, Sedangkan tundaan (T) yang dihasilkan selama 10,75 det/smp dengan peluang antrian (Pa) sebesar 0,19 sampai 33%. Sedangkan pada hari libur (Sabtu) jumlah kendaraan pada jam puncaknya sebesar 3.547 kend/jam pada pukul 16.00-17.00 WITA dengan nilai kapasitas (C) sebesar 3181,988 smp/jam dan derajat kejenuhan (DJ) 0,50, dengan begitu tundaan (T) yang dihasilkan selama 9,68 det/smp dengan peluang antrian (Pa) sebesar 0,65 sampai 24 %. Dampak arus lalu lintas terhadap tingkat pelayanan simpang berdasarkan tabel level of service pada jalan mayor dan jalan minor didapatkan hasil bahwa simpang tersebut berada dalam simpang dengan kategori baik dengan tingkat pelayanan B.
Analisis Pendapatan Petani Tomat di Desa Potokullin Kecamatan Buntu Batu Kabupaten Enrekang Hamka Mastam; Andi Nuddin; Nurhaedah Nurhaedah
Jurnal Agribis Vol. 11 No. 2 (2023): Jurnal Agribis
Publisher : Universitas Muslim Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46918/agribis.v11i2.1886

Abstract

This study aims to determine the average income of tomato farmers, the amount of production produced by tomato farmers, and the feasibility of tomato farming. the method used in this research is a survey method that aims to obtain a representative picture of a regional situation and to obtain facts that occur in the field through observation, interviews, and documentation. So that the overall state of the area on the economic income of tomato farmers is obtained with data obtained directly from farmers. Based on the results of this study, the average amount earned by tomato farmers was Rp. 9.620.300 per farmer with the income of the respondent farmers being large enough to cover the economic needs of tomato farmers, and the average amount of production produced by tomato farmers was 59,533 per basket. Then the value of the R/C ratio is 3,4 which means that the average number of farmers’ income is greater than the production costs incurred so that the farm is feasible to run in accordance with the provisions of the R/C ratio >1, then the farm is feasible to run.
Comparative Analysis of Concrete Compressive Strength Using OPC Cement and PCC Cement with A Mix of Concrete Additives Anugrah Anugrah; Hamka Wakkang; Suwardi Setiawan
Equivalent: Jurnal Ilmiah Sosial Teknik Vol. 8 No. 1 (2026): Equivalent: Jurnal Ilmiah Sosial Teknik
Publisher : Politeknik Siber Cerdika Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59261/jequi.v8i1.268

Abstract

Background: Concrete is one of the most essential construction materials widely used in infrastructure development. In recent years, the cement industry has introduced environmentally friendly products such as Portland Composite Cement (PCC) as an alternative to Ordinary Portland Cement (OPC). Objective: This study aims to analyze the comparative compressive strength and split tensile strength of concrete using OPC and PCC cement, as well as to determine the effect of BetonMix additives on the mechanical performance of concrete. Methods: The research employed an experimental laboratory method. Concrete mix design referred to SNI 7656:2012 with a planned compressive strength of 25 MPa. Mix variations consisted of normal concrete, OPC concrete, OPC + 500 ml BetonMix, and PCC + 500 ml BetonMix. Slump testing followed SNI 1972:2008, while compressive strength testing used cylindrical specimens based on SNI 1974:2011. Results: The findings indicate differences in compressive and split tensile strength between OPC and PCC concrete. The addition of BetonMix improved concrete workability and contributed positively to strength development. The highest compressive strength was achieved by OPC concrete with BetonMix, while PCC with BetonMix also demonstrated good and more economical performance. Conclusion: Both OPC and PCC are suitable as structural binders; however, BetonMix additives enhance mechanical performance. This study provides a practical reference for selecting cement types and additives to produce strong, efficient, and economical concrete.
Pengaruh Penambahan Shear Wall terhadap Respon Struktur Gedung AirNav Akibat Beban Gempa Menggunakan Analisis Respons Spektrum dengan ETABS Winda Ramadani; Jasman; Mustakim; Hamka
Jurnal Serambi Engineering Vol. 11 No. 3 (2026): Juli 2026
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Palu memiliki tingkat kerawanan gempa yang tinggi akibat aktivitas Sesar Palu–Koro sehingga diperlukan sistem struktur yang mampu menahan beban lateral secara efektif. Evaluasi kinerja seismik dilakukan pada Gedung AirNav Indonesia Cabang Palu melalui perbandingan model struktur tanpa dan dengan penambahan shear wall. Analisis dilakukan secara dinamik menggunakan ETABS versi 19 dengan mengacu pada SNI 1726:2019, dengan parameter yang ditinjau meliputi partisipasi massa, gaya geser dasar, simpangan antar lantai, serta efek P-Delta. Hasil analisis menunjukkan bahwa kedua model struktur telah memenuhi persyaratan partisipasi massa lebih dari 90%. Penambahan shear wall meningkatkan kekakuan struktur yang ditunjukkan oleh kenaikan gaya geser dasar sebesar 49%, serta mampu mereduksi simpangan maksimum menjadi 33,743 mm pada arah X dan 34,403 mm pada arah Y, yang masih berada di bawah batas izin. Secara keseluruhan, penggunaan shear wall menghasilkan respons struktur yang lebih stabil, aman, dan efektif dalam menahan beban gempa, sehingga dapat meningkatkan kinerja seismik bangunan bertingkat pada wilayah dengan tingkat risiko gempa tinggi seperti Kota Palu.