Artikel ini menganalisis berbagai metode perkuatan stabilitas lereng di Indonesia berdasarkan kajian literatur antara tahun 2015 hingga 2020. Penelitian ini mengidentifikasi perangkat lunak, jenis penguatan, dan metode perhitungan yang umum digunakan. Hasil analisis menunjukkan bahwa perangkat lunak yang paling sering digunakan adalah Plaxis 2D (39,29%) dan GeoStudio SLOPE/W (35,71%). Dalam hal jenis penguatan, Soil Nailing adalah metode yang paling banyak diterapkan (25%), diikuti oleh Geotextile (17,86%) dan Gabion (7,14%). Metode perhitungan yang dominan adalah Finite Element Method (50%), dengan Fellinius dan Bishop digunakan oleh 32,14% responden. Studi ini menunjukkan keberagaman pendekatan yang diterapkan untuk meningkatkan stabilitas lereng, serta perlunya pengembangan metode yang lebih terintegrasi dan ramah lingkungan.
Copyrights © 2025