p-Index From 2021 - 2026
0.778
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Teknik Silitek
Muhammad Hamzah Fansuri
Program Studi Teknik Sipil Universitas Pertahanan Republik Indonesia

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

ANALISIS METODE PERKUATAN STABILITAS LERENG DI INDONESIA : LITERATURE REVIEW Isnani Meidivia Nabila; Febri Dwi Setiawan; Muhammad Hamzah Fansuri
Jurnal Teknik SILITEK Vol. 5 No. 02 (2025)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasifik Morotai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51135/h5n49k63

Abstract

Artikel ini menganalisis berbagai metode perkuatan stabilitas lereng di Indonesia berdasarkan kajian literatur antara tahun 2015 hingga 2020. Penelitian ini mengidentifikasi perangkat lunak, jenis penguatan, dan metode perhitungan yang umum digunakan. Hasil analisis menunjukkan bahwa perangkat lunak yang paling sering digunakan adalah Plaxis 2D (39,29%) dan GeoStudio SLOPE/W (35,71%). Dalam hal jenis penguatan, Soil Nailing adalah metode yang paling banyak diterapkan (25%), diikuti oleh Geotextile (17,86%) dan Gabion (7,14%). Metode perhitungan yang dominan adalah Finite Element Method (50%), dengan Fellinius dan Bishop digunakan oleh 32,14% responden. Studi ini menunjukkan keberagaman pendekatan yang diterapkan untuk meningkatkan stabilitas lereng, serta perlunya pengembangan metode yang lebih terintegrasi dan ramah lingkungan.
ANALISIS STABILITAS LERENG MENGGUNANAKAN PEMODELAN KESETIMBANGAN BATAS STUDI KASUS : RUAS JALAN TAWAELI-TOBOLI Joggi Theophilus Purba; Muhammad Hamzah Fansuri; William Yahdiel Mackleva Purba
Jurnal Teknik SILITEK Vol. 5 No. 02 (2025)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasifik Morotai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51135/3by4ae82

Abstract

Fenomena lereng pada ruas jalan Tawaeli-Toboli sering mengalami longsor dan mengancam keselamatan pengguna jalan. Daerah pada ruas jalan ini memiliki curah hujan tinggi, topografi terjal dan jenis tanah lanau sehingga rentan terhadap longsor. Pada rekayasa geoteknik, nilai faktor keamanan (FS) mempengaruhi besarnya pergeseran dan pergerakan tanah. Semakin kecil nilai FS, semakin besar displacement yang terjadi, sedangkan semakin besar nilai FS, semakin kecil displacement yang terjadi. Metode penelitian meliputi berbagai pemodelan kesetimbangan batas  dengan pendekatan analisis lereng menggunakan berbagai metode, yaitu Ordinary Method of Slices (OMS), Bishop's Simplified Method (BSM), dan Janbu's Simplified Method (JSM). Tujuan dari analisis ini adalah untuk menentukan nilai FS dan displacment dari ketiga metode yang digunakan.  Hasil studi sensitivitas dari perhitungan FS dan displacement dengan metode OMS, BSM, dan JSM dalam pengambilan keputusan untuk penilaian stabilitas lereng dengan hasil FS terendah yaitu 0,812 dan displacement 1 dengan metode JSM, menunjukkan hasil stabilitas lereng yang labil (rawan terjadi pergeseran).
STUDI PERBANDINGAN EFISIENSI PONDASI TIANG PANCANG DAN TIANG BOR PADA TANAH EKSPANSIF: STUDI LITERATUR Raja Natimbul Valentino Hutabarat; Rakha Dwi Putra Juniper; Muhammad Hamzah Fansuri
Jurnal Teknik SILITEK Vol. 6 No. 01 (2026)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasifik Morotai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51135/avr87a37

Abstract

Pondasi memiliki peran krusial dalam konstruksi sebagai penopang beban struktur tanah di bawahnya. Pada tanah ekspansif yang rentan terhadap perubahan volume akibat kadar air, pemilihan pondasi yang tepat menjadi salah satu tantangan utama. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan efisiensi pondasi tiang pancang dan tiang bor berdasarkan studi literatur, dengan mempertimbangkan beberapa aspek, seperti biaya, waktu, dan teknis serta dampak terhadap lingkungan. Hasil kajian menunjukkan bahwa tiang bor lebih flesksibel dalam menyesuaikan diri terhadap tanah yang bergerakdan tidak menimbulkan getaran dan kebisingan, sedangkan untuk tiang pancang lebih ekonomis dan cepat dalam pemasangan, terutama pada tanah dengan lapisan keras di kedalaman tertentu. Dari segi dampak lingkungan, tiang bor lebih ramah lingkungan karena tidak menimbulkan kebisingan dan getaran. Oleh karena itu, pemilihan jenis pondasi harus memperhatikan kondisi tanah, efisiensi biaya, dan waktu, serta dampak lingkungan guna memastikan stabilitas dan keberlanjutan konstruksi.
METODE PELAKSANAAN PEKERJAAN SLAB DAN BEAM DALAM KONSTRUKSI BASEMENT 1 METODE SEMI TOP-DOWN PADA PROYEK X Fernanda Rahmasari; Satria Apta Mozza Pratama; Muhammad Hamzah Fansuri
Jurnal Teknik SILITEK Vol. 6 No. 01 (2026)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasifik Morotai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51135/a1xqzc12

Abstract

Pertumbuhan populasi penduduk di kawasan perkotaan menyebabkan keterbatasan lahan untuk pembangunan, sehingga mendorong penerapan konstruksi gedung bertingkat tinggi dan pemanfaatan ruang bawah tanah berupa basement. Kondisi kawasan perkotaan yang padat permukiman, lahan yang terbatas, serta karakteristik tanah yang kurang mendukung menuntut penggunaan metode konstruksi yang efisien, salah satunya adalah metode semi top-down. Metode ini dilaksanakan dengan pembangunan struktur basement dari elevasi nol ke arah bawah, kemudian dilanjutkan dengan pembangunan struktur atas setelah struktur bawah selesai. Penelitian ini membahas konsep pelaksanaan konstruksi basement dengan metode semi top-down, khususnya pada pekerjaan pelat lantai (slab) dan balok (beam), termasuk pengendalian mutu material serta permasalahan teknis yang terjadi selama pelaksanaan. Pekerjaan slab dan beam dilaksanakan berdasarkan shop drawing dan method of statement yang telah direncanakan. Pengendalian mutu material dilakukan melalui uji slump beton, uji kuat tekan beton, uji tarik dan uji lentur baja tulangan. Permasalahan teknis yang ditemukan meliputi terjadinya cold joint, penyumbatan pipa pada truk concrete pump, serta terbentuknya honeycomb pada beton, yang masing-masing permasalahan diselesaikan melalui pembobokan, pembersihan pipa menggunakan air compressor, dan perbaikan beton dengan metode grouting secara berturut-turut.